Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts

Pentingkah Gaya Belajar Siswa ?

November 26, 2012 Add Comment


Kemampuan setiap orang dalam memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Karenanya, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama. Sebagian siswa lebih suka jika belajar dengan cara membaca dari hasil tulisan guru di papan tulis. Tapi, sebagian siswa lain lebih suka menerima materi pelajaran dengan cara guru menyampaikannya secara lisan dan mereka mendengarkan untuk bisa memahaminya. Sementara itu, tidak sedikit siswa yang mempunyai model belajar dengan menempatkan guru tak ubahnya seorang penceramah. 


 
Guru diharapkan bercerita panjang lebar tentang beragam teori dengan segudang ilustrasinya, sementara para siswa mendengarkan sambil menggambarkan isi ceramah itu dalam bentuk yang hanya mereka pahami sendiri. Apa pun cara yang dipilih, gaya belajar menunjukkan mekanisme setiap individu menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Karenanya, jika guru bisa memahami perbedaan gaya belajar setiap orang dan memberikan materi pelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswanya akan memberikan hasil yang optimal bagi siswanya (Deporter dan Hernacki dalam www.sscbandung.net ) Ada beberapa pendapat mengenai definisi gaya belajar. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999:297), “Gaya adalah sikap atau cara yang khusus”. Dari definisi ini, maka gaya belajar adalah sikap atau cara yang khusus dalam belajar. Seperti yang dikemukakan oleh Winkel (1996:147), “Gaya belajar merupakan cara belajar yang khas bagi siswa”

Sedangkan Nasution (2000:94) menyatakan bahwa “Gaya belajar adalah cara yang konsisten dilakukan oleh seorang siswa dalam menangkap stimulus dan informasi, cara mengingat, berpikir dan memecahkan soal”.

Gaya belajar ini berkaitan dengan pribadi seseorang yang tentu dipengaruhi oleh pendidikan dan riwayat perkembangannya. Bob Samples (2002: 74) berpendapat bahwa “Gaya belajar adalah kebiasaan yang mencerminkan cara kita memperlakukan pengalaman yang kita peroleh melalui modalitas”. Sedangkan Deporter dan Hernacki (2000:110) mengatakan bahwa “Gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana ia menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi”. 

Dari pengertian–pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah cara belajar yang khas yang merupakan kombinasi dari bagaimana siswa menyerap dan mengatur serta mengolah informasi. Sriyono (1992:4) menggolongkan gaya belajar berdasarkan cara menerima informasi ke dalam 4 tipe, yaitu tipe mendengarkan, tipe penglihatan, tipe merasakan, dan tipe motorik. 

Sedangkan Deporter dan Hernacki (2000:112–113) menggolongkan gaya belajar berdasarkan cara menerima informasi dengan mudah ke dalam 3 tipe, yaitu gaya belajar tipe visual, gaya belajar tipe auditorial, dan gaya belajar tipe kinestetik. Sejalan dengan Bobbi dan Mike, Dryden dan Vos (2001:347) juga menggolongkan gaya belajar berdasarkan cara mudah menyerap informasi ke dalam 3 tipe, yaitu gaya belajar tipe visual, gaya belajar tipe auditorial, dan gaya belajar tipe kinestetik. Sehingga, sesuai dengan pembagian tipe gaya belajar, orang dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu orang bertipe auditorial, visual, dan kinestetik. 

Thomas Amstrong dalam Maya A. Pujiati memilah gaya belajar setiap orang menjadi tiga: visual, auditorial, dan kinestetik (haptik). Mereka yang bergaya belajar visual sangat peka dengan gambar dan sesuatu yang menarik indera penglihatan lainnya. Oleh karena itu, orang bertipe visual akan sangat terbantu belajarnya jika kita banyak mempergunakan gambar atau video. Adapun mereka yang bertipe auditorial, akan sangat tertarik dengan stimulasi yang memancing indra pendengaran: mungkin lagu atau musik/irama. Suara mereka biasanya nyaring dan senang berceloteh. Oleh karena itu, sangat baik bagi orang auditorial untuk memperoleh bantuan berupa kaset berisi lagu atau katakata berirama, dongeng, dan alat-alat stimulasi pendengaran lainnya. Terakhir adalah gaya belajar kinestetik (haptik). Orang kinestetik sangat suka bergerak, dan cara mereka belajar memang membutuhkan unsur gerak fisik. Mereka akan tersiksa jika dipaksa untuk duduk diam saat belajar. Namun, gaya belajar yang satu ini memang masih sulit diterima di sekolah formal yang pasti klasikal (terdiri atas banyak anak di dalam kelas). Biasanya, guru yang tidak mengerti akan memberikan label “nakal” atau “pengganggu” pada mereka. 

Menurut Howard Gardner gaya belajar dapat dikarakteristik menjadi gaya belajar auditorial, visual dan kinestetik. 
Auditorial 
Orang yang memiliki gaya belajar auditorial, belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah mendengarnya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca. 

Beberapa ciri seorang auditorial menurut Howard Gardner antara lain : 
1) Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok. 
2) Mengenal banyak sekali lagu / iklan TV. 
3) Suka berbicara. 
4) Pada umumnya bukanlah pembaca yang baik. 
5) Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya. 
6) Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis. 
7) Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya. · 

Visual 
Orang yang memiliki gaya belajar visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar. Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Hanya saja biasanya mereka memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan. 

Beberapa karakteristik visual menurut Howard Gardner adalah : 
1) Senantiasa melihat, memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya. 
2) Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu. 
3) Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain. 
4) Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan. 
5) Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan. 
6) Biasanya orang yang visual dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu. 

Kinestetik 
Orang yang memiliki gaya belajar kinestetik mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya. Karakter berikutnya dicontohkan sebagai orang yang tak tahan duduk manis berlama-lama mendengarkan penyampaian informasi. Tak heran kalau individu yang memiliki gaya belajar ini merasa bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya, mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerak tubuh (athletic ability). Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter ini lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya atau memahami fakta. Mereka yang memiliki karakteristik-karakteristik di atas dianjurkan untuk belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model peraga, semisal belajar yang membolehkannya bermain. 

Cara sederhana yang juga bisa ditempuh adalah secara berkala mengalokasikan waktu untuk sejenak beristirahat di tengah waktu belajarnya. Beberapa karakteristiknya menurut Howard Gardner adalah :
1) Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya. 
2) Sulit untuk berdiam diri. 
3) Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan. 
4) Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik. 
5) Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar. 
6) Mempelajari hal-hal yang abstrak merupakan hal yang sangat sulit. 

Deporter dan Hernacki (2000:116–118) mengemukakan bahwa orang yang bertipe visual memiliki ciri-ciri : 1) Perilaku rapi dan teratur. 
2) Teliti terhadap detail. 
3) Mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar. 
4) Mengingat dengan asosiasi visual. 
5) Lebih suka membaca daripada dibacakan. 
6) Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis.
Sejalan dengan tipe visual, siswa yang memiliki gaya belajar tipe penglihatan dapat menerima informasi dengan baik bila ia melihat langsung (Sriyono,1992:4). Orang yang bertipe auditorial mempunyai ciri – ciri : 1) Mudah terganggu oleh keributan. 
2) Menggerakan bibir ketika membaca. 
3) Senang membaca dengan suara keras dan mendengarkan. 
4) Belajar dengan mendengarkan dan lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada yang dilihat. 
5) Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar. 
6) Dapat mengulang kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara. (Deporter dan Hernacki 2000:118) 

Sriyono (1992:4) menyatakan bahwa, “Siswa yang bertipe mendengarkan dapat menerima informasi dengan baik setiap informasi dengan mendengarkan”. Orang yang betipe kinestetik memiliki ciri – ciri : 
1) Selalu berorientasi pada fisik dan banyak gerak. 
2) Belajar melalui manipulasi dan praktek. 
3) Menghafal dengan cara berjalan dan melihat. 
4) Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca. 
5) Tidak dapat duduk diam untuk waktu yang lama. 
6) Menyukai buku – buku yang berorientasi pada alur /isi. 
7) Ingin melakukan segala sesuatu. (Deporter dan Hernacki 2000:118-120) 

Sriyono (1992:4) menyatakan bahwa, “Siswa yang bertipe motorik akan menerima informasi dengan baik bila ia melakukan sendiri secara langsung”. Dryden dan Vos (2001:355) menyatakan bahwa orang yang bertipe visual lebih mudah menyerap informasi jika menggunakan indra penglihatan, orang yang bertipe auditorial memiliki cirri-ciri tidak suka membaca dan lebih suka bertanya untuk mendapatkan informasi, sedangkan orang yang bertipe kinestetik selalu ingin bergerak. Menurut Nurita Putranti gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar siswa. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, siswa dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. 

Sedangkan menurut Meiky bila kita paham gaya belajar kita, boleh jadi kita lebih pintar dari seharusnya. Dengan demikian, perbedaan gaya belajar matematika mengakibatkan perbedaan prestasi belajar siswa. Prestasi matematika siswa juga dipengaruhi oleh gaya belajar siswa. 

DAFTAR PUSTAKADeporter dan Hernacki. 2000. Quantum Learning : Membiasakan Belajar
Nyaman dan Menyenangkan. Terjemahan Alwiyah Abdurrahman.
Bandung : Kaifa.

Deporter dan Hernacki. Quantum Teaching. www.sscbandung.net. Diakses pada
tanggal 1 Agustus 2012.

Fuad Hasan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

WS. Winkel. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia Widiasarana.

Samples, Bob. 2002. Revolusi Belajar untuk Anak. Panduan Belajar Sambil
Bermain untuk Membuka Pikiran Anak Anda. Bandung: Kaifa.

Sriyono. 1992. Teknik Belajar Mengajar Dalam CBSA. Jakarta : Rineka Cipta.

Drygen, Gordon, Vos, Jeannete. 2001. Revolusi Cara Belajar. Terjemahan Word
++ translation Service. Bandung: Kaifa.

Maya A. Pujiati. Mengamati Gaya Belajar Anak
.http://pustakanilna.com/mengamati-gaya-belajar-anak . Diakses pada
tanggal 20 Mei 2009

Howard Garner. Kenalilah Tipe Gaya Belajar Kita (Learning Style).
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Kenalilah Tipe Gaya
Belajar Kita (Learnin Style) & nomorurut_artikel=213. Diakses pada
tanggal 20 Mei 2009

Tips Khusus Bagi Penulis Ijazah

December 21, 2011 1 Comment

Sudah sejak zaman perjuangan sampai zaman trasformer, penulisan ijazah terutama untuk SD, SMP, SMA, masih secara manual yakni menggunakan tulisan tangan. Blanko ijazah yang disediakan pun tidak melebihi dari jumlah lulusan siswa yang ada, sehingga pada penulisan nantinya tidak boleh ada kesalahan. Apabila terjadi kesalahan, untuk penggantiannya tidak bisa dilakukan dengan mudah, banyak tahapan birokrasi, dan persyaratan untuk mendapatkan pengganti ijazah yang salah tulis, walaupun hanya satu lembar. Biasanya menggunakan surat keterangan dari kepala sekolah yang bersangkutan untuk di antar ke Dinas Kabupaten/Kota untuk selanjutnya di teruskan ke Tingkat Provinsi. Silahkan lihat contoh surat keterangan kesalahan penulisan ijazah ( disini ). Nah, dari kabupaten/kota akan dibuatkan kembali surat keterangan baru untuk disampaikan ke dinas pendidikan tingkat provinsi.

Hal semacam ini menjadi beban berat bagi penulis ijazah, ini pengalaman pribadi...Dalam menulis kita ekstra hati-hati, berikut ini adalah tips bagi guru/kepsek yang mungkin diperlukan ketika akan menulis ijasah :


  1. Untuk menghidari konflik dengan orang tua murid, pastikan sebelum anda mengusulkan daftar nominasi peserta ujian, kira-kira setiap bulan september / nopember, hendaknya anda terlebih dahulu meminta AKTE KELAHIRAN murid yang bersangkutan ( jika ada), sehingga jika ada kesalahan nama beserta identitas lahir siswa tidak terlalu parah.
  2. teliti terlebih dahulu jumlah ijasah yang akan anda tulis sama dengan jumlah nama/murid yang akan dibuatkan ijazahnya.
  3. pastikan nomor seri ijasah sama dengan data murid dan data nilai
  4. bila anda ragu tulis terlebih dahulu menggunakan pensil agar dapat mengurangi resiko kesalahan menulis.
  5. tulis terlebih dahulu data - data umum di ijasah, seperti nama sekolah, nama kepala sekolah, tanggal dll
  6. setelah semua ijasah telah ditulisi data - data umum baru kemudian data khusus seperti nama murid tgl.lhr dll
  7. pastikan data nilai dibelakang ijasah sama dengan data yang ada
  8. apabila capek, mengantuk dan badan kurang fit jangan tergesa-gesa menulis ijasah dahulu, beristirahatlah agar badan menjadi fit kembali
  9. apabila telah terjadi kesalahan menulis berhentilah dahulu sejenak untuk beristirahat, karena apabila dilanjutkan malah akan berakibat fatal.
  10. jangan mengoreksi langsung pada tulisan yang salah (dibiarkan saja) tulis kembali data - data yang lain saja. Minta blanko ijazah baru seperti langkah yang dijelaskan di bagian awal posting ini. Jika anda tidak mendapatkan blangko ijazah baru, maka siapkan mental Anda untuk mencoba mengorek-ngorek dengan sangat hati-hati menggunakan pisau silet yang tipis dan tajam ( gunakan kaca pembesar).
  11. Apabila kesalahan baru terlihat ketika telah di laminating, maka tidak ada jalan lain lagi selain minta blanko ijazah baru atau meminta surat keterangan dari dinas pendidikan kabupaten setempat.
  12. selamat bekerja.....

Inpassing Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS)

December 15, 2011 1 Comment

Inpassing Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) adalah proses penyesuaian kepangkatan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dengan kepangkatan Guru Pegawai Negeri Sipil. Inpassing Jabatan Fungsional GBPNS dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan dua hal, yaitu kualifikasi akademik dan masa kerja yang dihitung mulai dari pengangkatan atau penugasan sebagai GBPNS pada satuan pendidikan.

Manfaat GBPNS yang telah memiliki SK Inpassing adalah bila sudah lulus sertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi yang besarnya sesuai dengan gaji pokok golongan yang tertulis pada sk inpassing.

Untuk mengajukan sk inpassing GBPNS harus memenuhi syarat usul sk inpassing. Penetapan jabatan fungsional GBPNS dan angka kreditnya, bukan sebatas untuk memberikan tunjangan profesi bagi mereka, namun lebih jauh adalah untuk menetapkan kesetaraan jabatan, pangkat/golongan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku sekaligus demi tertib administrasi GBPNS.

Bila usulan sudah dikirim, perlu dipantau: kontak ke Kantor Dinas Pendidikan atau usaha mandiri secara online. Untuk memantau secara online, ada dua jalan:


Selain itu untuk mengetahui SK Impasing dan tunjangan profesi, dapat melalui sms.

Berikut sms gateway untuk melihat SK Inpassing dan Tunjangan Profesi jenjang Pendidikan Dasar.

Untuk mengetahui tunjangan profesi, kata kunci yang dapat digunakan adalah NRG, NUPTK, atau Nomor Peserta Sertifikasi. Sedangkan untuk mengetahui SK Inpassing Guru Bukan PNS, kata kuncinya hanya NUPTK.


Untuk pengusulan, melewati beberapa tahapan dan persyaratan. Untuk pengusulan SK Impasing ini tidak akan kami jelaskan, karena sesuai Permendiknas nomor 22/2010, batas akhir penetapan SK Inpassing adalah 30 Desember 2011. Oleh karena itu, bagi yang belum pernah mengusulkan agar segera mengusulkan dengan syarat dan prosedurnya. Nah, untuk contoh formar usulannya beserta ketentuannya, dapat anda unduh di bawah ini :

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan PNS

Permendiknas 22/2010: Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan PNS

Permendiknas 72/2008: Tunjangan Profesi GTT Bukan PNS

Berkas Usulan

Sumber : Kemendiknas.go.id - Google

Buku Vs Komputer !!!

October 27, 2011 3 Comments

Aku bertanya pada diriku sendiri apakah aku akan memiliki pilihan yang diajarkan oleh sarana komputer di sekolah, atau buku adalah sarana pilihan terbaik? Aku mendapat jawaban positif yang menegaskan untuk diriku sendiri, pentingnya sebuah buku. Tapi pernahkah kita menanyakan hal ini kepada para siswa hari ini? Apa jawab mereka? Mereka terlihat lebih memilih komputer. Beberapa merasa lebih mudah untuk membaca dari layar daripada sebuah buku yang tebal. Beberapa diantara kita mungkin berpikir bahwa mesin membuat proses membaca lebih bersahabat (user-friendly). Kita lihat fakta yang ada sekarang, masih ada beberapa individu, yang tidak suka membaca dari komputer dan lebih memilih untuk membaca buku. Secara keseluruhan, ada pandangan yang beragam pada topik dan ide dari pengajaran komputer dan mengajar dari buku, masing-masing memiliki alasanya sendiri.

Teknologi adalah kebutuhan hari dan juga sangat diperlukan di mana-mana. Teknologi telah terbukti bermanfaat dalam semua bidang kehidupan. Salah satunya adalah komputer. Komputer telah merevolusi kehidupan orang biasa dan telah membawa perubahan dramatis dalam kehidupan setiap manusia. Lihat dulu sejarah komputer - . Informasi yang tersedia berlimpah di Internet yang dapat dibaca dengan menggunakan sarana komputer. Oleh karena itu seseorang tidak mungkin ingin lepas dari dunia informasi baru ini ketika mereka telah mengenalnnya . Informasi ini termasuk semua aspek pengetahuan. Hal ini berkisar dari fakta-fakta awal dalam ilmu pengetahuan untuk filsafat hidup. Hampir segala sesuatu yang pernah dituliskan kedalam buku-buku sekarang dapat diakses melalui komputer. Segala sesuatu yang telah tercatat dalam sebuha buku kini dapat di baca hanya dengan sekali klik!

Buku teks telah menjadi bagian integral dari pendidikan sejak lama. Dari tahun ke tahun, sekolah melakukan proses belajar mengajar dari buku teks yang telah ditentukan dan menerapkan apa yang dipelajari tersebut, baik untuk tes kelas dan ujian-ujian penting. Spesialisasi selalu tenggelam dalam buku pelajaran dan buku referensi. Sesekali, mengajar komputer juga dilengkapi dengan buku. Tapi hari ini gambaran telah berubah. Kami tidak melihat buku melanda tahun-tahun edukatif. Mengajar komputer memainkan peran utama dalam pendidikan saat ini.

Banyak hal dalam pengajaran dapat dilakukan secara sederhana oleh komputer. Jika informasi bagi siswa dilengkapi dengan antarmuka yang menarik, dapat mengakibatkan korespondensi dari pembaca lebih tinggi. Font ( huruf) yang mempunyai gaya yang berbeda, warna dan ukuran yang disediakan oleh perangkat lunak komputer memungkinkan kemudahan dalam membaca dan memahami konten bacaan. Konten hidup pada komputer lebih menarik daripada buku teks yang memiliki gambar, warna dan animasi yang tidak hidup.

Informasi dapat disajikan dalam bentuk yang berbeda dari komputer. Informasi dapat dalam bentuk rekaman audio atau klip video, sehingga jauh lebih dari sekedar membuat siswa membaca dari layar. Hal ini juga terkait tentang sistem pembelajaran dimana mereka dapat melihat gambar, menonton video dan mendengarkan pidato atau ceramah lebih efektif, menarik dan interaktif.

Akhir-akhir dekade saat ini, muncul kekhawatiran perubahan iklim yang diakibatkan oleh penggunaan kertas sebagai media penyampaian informasi. Kertas berasal dari kayu yang umumnya didapat dari penebangan hutan. Komputer menjadi salah satu fasilitas besar yang mungkin dapat menagatasi hal ini, seperti menghemat kertas dan mengoptimalkan penyimpanan informasi. Untuk membuat penjelasan yang rumit pada sebuah topik, buku mengambil banyak halaman, sehingga memberikan kontribusi untuk jumlah yang tinggi dari penggunaan kertas. Namun berbeda dengan penggunaan komputer. Informasi dapat disimpan dalam bentuk kental dan padat pada sistem komputer, sehingga menghemat kertas dan lingkungan! Kapasitas penyimpanan yang tinggi dari perangkat elektronik ini dapat dimanfaatkan untuk gudang informasi. Perangkat memori elektronik ini bisa dihapus dan dapat digunakan berulang kali. Ini meminimalkan redundansi kertas.

Mengajar komputer dapat menanamkan gagasan tentang self-studi pada siswa. Hal ini dapat membantu mereka menjadi mandiri. Mengajar Komputer memperkenalkan siswa ke dunia pengetahuan baru, membuat jalan untuk teknologi baru untuk menjadi bagian dari pendidikan mereka.

Dalam pandangan saya, komputer dapat menjadi bantuan yang brilian untuk mengajar. Sudah saatnya kita memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, tetapi buku-buku pelajaran tidak pernah bisa lepas dari kegiatan ini. Harta yang terlampir dalam buku teks masih dari utilitas besar. Menyimpan informasi dalam buku teks memang menjadi bagian dari pengajaran. Hal ini disebabkan karena buku merupakan media pematenan sumber informasi yang kita baca karena jika tercatat dalam sebuah buku maka referensi tersebut telah memiliki kekuatan hukum yang tetap. Komputer dapat menggantikan buku pelajaran sampai batas tertentu. Tetapi komponen manusia tidak memiliki subsitusi terbatas. Dalam setiap bentuk mengajar, guru tak dapat digantikan oleh bentuk teknologi apapun. Ini jelas, karena guru memiliki emosi yang dapat mendekatkan para siswa dengan apa yang sedang mereka pelajari.

Maka jadikanlah diri kita sendiri sebagai media pengajaran !!!


Manali Oak - Author in www.buzzle.com

Simulasi Penilain Kinerja Guru ( PKG) 2013 Excel

October 26, 2011 3 Comments

Education is a fundamental human right: Every child is entitled to it. It is critical to our development as individuals and as societies, and it helps pave the way to a successful and productive future. ( UNICEF-12 July 2011).

Pendidikan adalah hak dasar setiap manusia: Setiap anak berhak untuk itu. Hal ini penting untuk perkembangan kita sebagai individu dan sebagai masyarakat, dan membantu membuka jalan untuk masa depan yang sukses dan produktif.
Wah, ga kerasa udah berlama-lama tidak membuat tulisan nih. Seperti kutipan diatas yang diambil dari web UNICEF mengatakan bahwa pada dasarnya pendidikan adalah membantu membuka jalan untuk masa depan yang sukses dan produktif. Dalam KTSP pun juga demikian. Nah, sekarang mulai lagi dengan problem dan tugas yang baru, yang mungkin tidak semua guru tahu tetang hal ini. Empat Pilar pendidikan juga ditetangkan oleh UNESCO yaitu :
  1. Learning to know : Penguasaan yang dalam dan luas akan bidang ilmu tertentu, termasuk di dalamnya Learning to How
  2. Learning to do : Belajar untuk mengaplikasi ilmu, bekerja sama dalam team, belajar memecahkan masalah dalam berbagai situasi.
  3. Learning to be : belajar untuk dapat mandiri, menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mewujudkan tujuan bersama.
  4. Learning to live together : Belajar memhami dan menghargai orang lain, sejarah mereka dan nilai-nilai agamanya.

Nah, untuk meningkatkan kinerja guru yang memungkinkan seluruh landasan diatas serta landasan berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di negeri ini maka pemerintah menggalangkan sistem penilaian baru terhadap Kualitas seorang guru. Mungkin anda telah mendengan tentang PKG ( Penilaian Kinerja Guru ). Penilaian kinerja Guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Hal ini terkait dengan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 35 TAHUN 2010. Permen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2013 ( Wah masih lama ya, santai dlu ahhh), Weitsssssssss, jangan santai santai dulu pak ya. Berbeda dengan Penetapan Angka Kredit yang selama ini kita lakukan, Guru mampu mengusulkan Naik Tingkat setelah kurang lebih 2 tahun (4-5 semester) tanpa banyak melakukan Pengembangan Keprofesian. Nah sekarang, pada Permen ini, guru hanya bisa naik tingkat setelah 4 tahun ( 8 semester) Jika hanya melakukan Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas saja tanpa banyak melakukan Pengembangan Keprofesian. Itu semua berlaku mulai tanggal 1 Januari 2013 untuk Gol. III/a keatas. Untuk guru Golongan II/a-II/d menggunakan pasal 38 tentang Ketentuan Peralihan yang didalamnya masih menggunakan penilaian berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993.

Untuk mencoba sistem penilaian tersebut maka admin mencoba membuat simulasi penilaian kinerja Guru serta Format DUPAK untuk tahun 2013 mendatang. Silahkan download formatnya dalam file microsoft excel , contoh serta PERMEN nya dibawah ini.

Permen Pendidikan.zip ( 1,8 Mb)
Penilaian Kinerja Guru 2013 (excel).zip ( 2,4 Mb)
Contoh Latihan Penilaian Kinerja Guru (0,2 Mb) - Indikator 6


Mau Genius di Matematika ? Yuk, Belajar dari Orang Cina. . .

September 15, 2011 1 Comment


Banyak bertanya-tanya, apakah ada obat rahasia yang harus diminum untuk menjadi jenius matematika secara instan? Walapun tuk sekedar hari ujian akhir kita?! Aku tahu ... aku berharap satu untuk diriku sendiri ketika aku masih seorang siswa di SMA, khususnya untu setiap ulangan Trigonometri atau Integral . Itulah dimana ketika hidup kita serasa tak berguna, benar-benar tidak tahu apa yang mau di lakukan, hanya bengong dengan pandangan mengawang-awang. Bahkan mungkin ketika itu kita berharap untuk sebuah keajaiban datang bahkan hanya 20 menit ketika kita sedang berada dalam situasi tersebut. Wah, memang benar nih, matematika seperti pocong !!!

Saya sebutkan di posting saya sebelumnya bahwa kita tidak harus jatuh ke dalam thingking-Trap yang melogikan bahwa kita harus memiliki gen matematika-jenius untuk menjadi baik di bidang Matematika. Pepatah mengatakan " Tuntutlah Ilmu ke negeri Cina", and Bravo, ternyata ada benernya. Mari kita lihat sebuah rahasia yang telah saya pelajari dari beberapa orang-orang China tentang bagaimana menjadi seorang jenius matematika. Yuk, kita mulai. . .

Banyak orang bertanya-tanya ... mengapa orang Cina baik di Matematika? Apalagi mengenai masalah perdagangan. Ada juga fakta bahwa Cina merupakan bagian dari salah satu 5 Negara besar dalam menggaji seorang Guru.

Pada awalnya, mereka menemukan salah satu perangkat perhitungan tertua yang disebut dengan sempoa sehingga mereka menjadi benar-benar tergila-gila dengan angka. Banyak sekali saya mendengar- bahkan mungkin juga Anda- , bahwa ketika seseorang adalah mendengar bahwa " Dia Orang Cina", orang langsung berpikir bahwa dia adalah seseorang yang bisa dikatakan pintar ber-Matematika. Apa rahasia China untuk menjadi seorang yang Genius dalam Matematika?

Berikut adalah tabel membantu kita untuk menunjukkan perbedaan antara sistem penghitungan bahasa Inggris dan Cina.

English
Chinese
English
Chinese
eleven
ten one
thirty
three ten
twelve
ten two
forty
four ten
thirteen
ten three
fifty
five ten
fourteen
ten four
sixty
six ten
fifteen
ten five
seventy
seven ten
sixteen
ten six
eighty
eight ten
seventeen
ten seven
ninety
nine ten
eighteen
ten eight
one hundred
one hundred
nineteen
ten nine


twenty
two ten



Jika Anda lihat dengan cermat struktur bahasa untuk membaca sebuah bilangan. Sistem penghitungan Cina sepertinya lebih masuk akal-menurut pendapat saya - ini menetapkan dasar penjumlahan dan dasar dari perkalian. Mereka belajar bagaimana menambahkan dan berkembang saat mereka belajar bagaimana menghitung bilangan dengan tepat. Mari kita lihat lagi contoh di bawah ini.

ten one
10 + 1
eleven (11)
three ten
3 x 10
thirty (30)



Sepertinya jenius, bukan? Paham kan ?? Hehehe..

NAMUN,.......

Ini tidak benar-benar rahasia Cina untuk menjadi Genius Matematika. Ayo, mari kita tidak menyalahkan sistem kita sendiri! Hehe.. :D

Saya pernah berbincang-bincang dengan beberapa orang Cina keturunan dalam hidup saya. Tidak semua dari mereka dibesarkan di Cina namun tentu tumbuh dalam membesarkan Cina oleh orang tua mereka. Butuh waktu lama sebelum seseorang meneteskan cahaya terang, "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Kita belajar Matematika dengan logika. Semuanya adalah tentang logika dan akal sehat. Ayahku yang dulu seorang penjaga SD, terus memberitahu saya sejak duduk di bangku SD, "Fokus pada pemahaman logika di balik masalah bukan hanya menghafal!" Tegas beliau.

Sebenarnya kita dituntut oleh sebuah kurikulum, entah itu CBSA, KTSP, atau sebagainya untuk dapa membuat peserta didik mampu menerapkan pengetahuannya di kehidupan nyata mereka. Sekarang kita berfikir kembali, sebenarnya matematika itu untuk kehidupan nyata ataukah kehidupan nyata untuk matematika. Kita sering mendengar bahwa " Bawalah anak didik ke kehidupan nyata" atau sebaliknya " Bawalah kehidupan nyata ke dalam matematika anak". Manakah yang paling tepat untuk hal ini ??? Memang susah untuk dijelaskan. Namun pada dasarnya keduanya merupakan peran utama dalam belajar matematika. Seperti halnya orang-orang cina yang telah merekonstruksi keduanya ke dalam matematika. Mereka tidak genius, tapi mereka cerdas.

Penekanan pada konsep, tanpa adanya perhitungan faktanya merupakan sesuatu yang mengganjal dalam belajar matematika. Itulah sebabnya kita semua mulai belajar Matematika dengan gambar dan cerita dari angka murni. Satu ditambah satu bukan hanya 1 + 1 namun Bagaimana membantu anak dalam belajar matematika, bukan sekedar sistem transfer informasi. Salah satun cara membantu anak dalam belajar matematika adalah dengan membawa mereka kita kedalam sebuah aktivitas nyata, kemudian dari aktivitas nyata itulah mereka kemudian akan mengenal dan bagaimana memahami serta mencari solusi dari masalah matematika yang mereka hadapi .

Aktivitas belajar mereka adalah bagian dari kehidupan nyata mereka. Caranya adalah buatlah bahasa anda menjadi nyata, "Anda memiliki satu apel dan seorang teman memberikan Anda satu apel lagi." Itulah yang akan menjadikan mereka selalu memiliki pemecahan masalah pertanyaan dalam bentuk apapun. Bagian yang bisa menjadi bagian tersulit adalah justru ketika anak didik tahu bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan lain karena mereka hafal rumus tapi pemikiran mereka semua akan kusut ketika meraka melihat masalah dalam 5 soal yang Kita berikan. Memahami, bukan hanya menghafal. Logika lah yang utama dalam matematika. Menurut saya, beginilah rumus total Matematika :

Pemahaman Masalah + Teknik Pemecahan = Jawaban yang benar


Jika Anda memahami masalah, kemudian mencari solusinya yang tepat adalah jauh lebih mudah ketimbang bagaimana anda harus mencari benar dan salahnya. Dengan memahami, saya percaya kita semua milikinya.


Catatan: bagi mereka yang sedang menunggu obat ajaib Matematika, bersabarlah untuk selamanya. hehehehe . . . ^ _ ^


Dan bukankah semua masalah memiliki solusi? Tentu saja, semuanya memiliki solusi. Jika Anda tidak dapat memecahkan masalah, itu berarti bahwa masih ada sesuatu yang tersisa untuk dipahami, maka pahamilah, suatu saat anda akan menemukan jawabannya. Jika Anda tidak dapat memecahkan masalahnya, mungkin itu berarti bahwa ada solusi lain, mungkin Teknik Pemecahan kurang benar, jangan menyerah, mari kita pikirkan lagi.

Sama halnya dalam matematika, sesuatu masalah dalam matematika pasti ada jalannya, maka buatlah peserta didik Anda memahami akan hal itu. Tok, jika memang benar tidak ada solusinya dan tidak ada jawabannya, maka Andalah yang SALAH, ..

Sekedar celotehan iseng,,, :

DI DUNIA INI TIDAK ADA YANG NAMANYA MURID YANG BODOH, YANG ADA HANYALAH GURUNYA YANG BODOH.

OKELAH, KALAU BEGITU, AKU AKAN TERUS MENJADI SEORANG MURID AGAR TIDAK DIKATAKAN BODOH. .. :D


Salah khilaf mohon maaf, semoga artikel ini bermanfaat.
TTD,

ADMINISTRATOR #1

Tips - Tips Kepemimpinan

September 09, 2011 Add Comment
Wah, lama ga posting nih. Kali ini mau posting yang berbeda, masalah kepemimpina - The Leadership - wow keren namanya, hehhe. Kepemimpinan ??? Duh, mimpin diri sendiri aja susah, kok mau mimpin orang lain. Ya usah, dari pda cuma melongo, lebih baik yuk kita belajar sama sama deh. Start At Here !!!!!!!!!!

Dibawah ini adalah beberapa artikel yang udah di kumpulkan dari beberapa blog/web. Tapi sayang setelah kami cari lagi blog/web nya ga ditemukan, mohon bantuannya kalo dah pernah baca silahkan sebutkan dari mana artikel ini berasal,, ( hehe, kaya tebak-tebakan aza)  sippp,, kita mulai aza dah ..


Tips Menjadi Pemimpin Handal 03,
tips (berupa cerita biar gampang diingat ) yang satu ini layak untuk dipertimbangkan untuk MENUNJANG KEPEMIMPINAN anda. Alkisah …. Perusahaan mobil ternama “Ford” pimpinan Henry Ford pernah mendatangkan accounting public untuk meng-audit perusahaannya. Setelah semua pekerjaan auditing selesai, sang accounting pun melaporkan hasilnya kepada Henry. “Semua tidak ada masalah Pak Henry, cuman ada satu hal yang mengganjal pikiran saya semenjak saya datang kesini sampai sekarang” kata sang akuntan. “Apa yang membuatmu risau???” tanya Henry. “Ada seorang karyawan (sebut saja jimgun) anda (sambil menunjuk kearah sebuah kantor di pojok ruangan) yang dari tadi kerjanya hanya duduk santai dengan kaki diletakkan diatas meja, menurut saya: ini adalah suatu pemborosan uang, tenaga, waktu, dan lain-lain dari perusahaan Ford. Saran saya, orang seperti ini sebaiknya dipecat saja.” jawab sang akuntan. Beginilah kira-kira reaksi Henry Ford menanggapi komentar sang akuntan : “Ford pernah mendapatkan laba yang sangat besar karena inovasi dan ide yang sangat kreatif dari jimgun, dan saya kira saat mendapatkan inovasi / ide tersebut, kurang lebih seperti inilah posisi jimgun dulu“ 
Sumber Cerita : Anthony de Mello (Doa Sang Katak Jilid 1) 

Moral dari Cerita : Sebagai Pemimpin yang handal, sangat diharamkan dalam KEPEMIMPINAN jika seorang staf (apapun jabatannya) dengan sengaja / tidak, dibatasi hak/kewajibannya. Biarkanlah mereka bebas hidup dalam inovasi dan ide yang kreatif. Hal ini didukung pula oleh pendapat pakar bisnis Tanadi Santoso (pengisi rubrik bisnis disalah satu koran swasta di Surabaya) bahwa dari lelucon / bercanda / bermain bersama / berpergian bersama antar staf / pimpinan akan muncul ide-ide gila yang inovatif dan kreatif. (Sumber Koran Radar Surabaya, 21/22 Mei 2007 rubrik Business Wisdom – Halaman 5 Bagian Bawah) Tapi kebebasan tetap ada batasannya right . So, semua kembali ke laptop anda sebagai seorang PEMIMPIN. 3… 

Tips Menjadi Pemimpin Handal 04

Tips Kepemimpinan kali ini adalah Mau Belajar dari Bawahan , lucu juga jika mengingat inspirasi yang saya dapat untuk menulis tips menjadi pemimpin handal 20. Kebetulan waktu itu lagi di salah satu ruang tunggu Rumah Sakit swasta terkenal di Surabaya. Jam dinding ruang tunggu menunjukkan pk 01.30 dini hari….Saat itu ada 2 orang petugas kebersihan yang bergantian bahu membahu membersihkan lantai ruang tunggu dan area di sekitar ruang tunggu. Mereka dengan ramah nya menyapa saya … saya pkir hebat juga ni Rumah Sakit sampai-sampai petugas kebersihan pun tahu betul konsep penjual jasa, yaitu cemberut tersenyum, galak ramah, picik tulus tidak dibuat-buat Tidak lama setelah mengalami keramahan sang customer service sejati tersebut, lewat seorang suster perawat dengan langkah pasti dan tegas …. waktu melewati petugas kebersihan tadi, suster perawat tersebut menanyakan beberapa hal kepada mereka lalu berjalan lagi menuju ruangan yang melewati depan ruang tamu. Karena suasana mencekam sepi dan tidak ada orang lain selain saya di ruang tamu, tentu saja suster perawat tadi melihat saya dan terus berbelok memasuki ruangan yang dituju. Kehendak hati ingin menyapa, tapi melihat tatapan matanya yang dingin, disiplin dan tegas apalagi kita hanya bertatap muka 1 detik aja membuat saya sungkan untuk menyapa Perasaan ingin tahu benar-benar menggelitik saya waktu itu , segera saja saya beranjak dari tempat duduk dan berjalan kearah petugas kebersihan yang dari tadi masih asyik dengan pekerjaannya Pertanyaan saya cuma 1 kepada para petugas kebersihan tersebut. “Apakah yang baru saja lewat tadi itu KEPALA / PEMIMPIN PERAWAT di Rumah Sakit ini?”, mereka serempak menjawab galak ramah “iya, betul pak.” Jika anda bertanya-tanya mengapa saya bertanya demikian…. ini jawabannya, ternyata tepat sekali dugaan saya kalau yang lewat tadi adalah seorang Pemimpin yang saya soroti disini bukan masalah tegas, disiplin yang ditunjukkan oleh sorotan mata Suster Perawat tadi melainkan bagaimana dia mempraktekkan Customer Service seperti yang ditunjukkan dengan baik oleh para petugas kebersihan Mudah-mudahan Suster Perawat tersebut membaca tulisan mengenai Gengsi Kepemimpinan dan belajar dari bawahannya (baca: petugas kebersihan). Semoga cerita ini dapat menjadi inspirasi kepemimpinan anda… 4…. 

Tips Menjadi Pemimpin Handal 05
Tips menjadi pemimpin handal kali ini berbicara khusus tentang pentingnya percaya diri yang cukup dalam hal kepemimpinan. Percaya diri yang cukup untuk seorang Pemimpin akan menjadi modal yang bagus untuk melakukan tindakan kepemimpinan, mis: mengambil keputusan, tegas terhadap apapun, tidak ragu menjalani apapun, manajemen tim, motivasi dan lain sebagainya. Selain itu kepercayaan diri seorang pemimpin akan berimbas sejajar dengan kepercayaan diri dari “anggota organisasi yang dipimpin”, maka tentu saja modal uang “percaya diri” adalah mutlak harus dimiliki oleh seorang Pemimpin Handal. Jika percaya diri yang cukup adalah modal utama untuk menggaet lawan jenis menjadi Pemimpin handal, bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri? Jika pertanyaan anda sama, maka seminar / kursus / workshop / sekolah yang bertemakan kepribadian / percaya diri adalah jawabannya…… karena saya tidak ingin makan lahan tetangga sesuai dengan tema blog ini, “area” saya adalah Leadership / kepemimpinan Yang saya tahu pasti adalah, percaya diri atau apapun masalah (khususnya bidang kepemimpinan) yang mungkin anda hadapi, kuncinya terletak di dalam diri anda sendiri bukan orang lain 5… 


Tips Menjadi Pemimpin Handal 06

Tips kepemimpinan kali ini lebih menyoroti tentang penyakit-penyakit tidak berbahaya yang dapat / sering menjangkiti para pemimpin handal Diolah dari salah satu email di Mailing List resonansi (dengan subyek asli Sukses & Arogansi) : Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.” (Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal). Pembaca, itulah sisi negatif dari kesuksesan, yakni arogansi. Arogansi muncul saat seseorang merasa diri paling hebat, paling luar biasa, dan paling baik dibandingkan dengan yang lainnya. Penyakit mental ini bisa menjangkiti apa dan siapa saja, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, sampai orang biasa. Khusus pada tulisan ini, kita akan membicarakan soal manusianya. Orang sukses lalu bersombong ria sebenarnya patut disayangkan. Bayangkan saja, saat berjuang keras menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan mengorbankan diri. Bahkan, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya. Akan tetapi, itu dulu. Sayang sekali, saat kesuksesan datang, mereka lupa diri. Mungkin dia akan berkata, “Saya sudah berhasil mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya. Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.” Hal itu diperparah lagi ketika mereka dikelilingi oleh para ‘yes man’ yang tidak berani angkat bicara soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin ‘megalomania’ , pongah, angkuh, dan egois. Ia terbelenggu oleh kesuksesannya sendiri. Ia tidak pernah belajar lagi. Saya teringat dengan seorang klien saya. Sebagai seorang pebisnis, dia menceritakan susah payahnya membangun bisnisnya. Cerita yang mengharukan sekaligus heroik ketika dia harus tidur di kolong jembatan saat tiba di Jakarta ketika remaja. Dengan susah payah dia merangkak dari bawah untuk bertahan hidup. Menikah tanpa uang sepeser pun. Hidup di rumah kontrakan kecil. Akan tetapi, dia tidak patah arang. Dia mengamati cara kerja orang sukses, mencontoh, dan memodifikasi sendiri produknya. Sekarang, dia pun berjaya. Tiga pabrik besar ada di genggamannya. Namun, sayang sekali. Perusahan itu sedang diterpa badai masalah internal. Pemicunya tak lain adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training. Padahal, dia sendiri yang perlu up date diri dengan training. Arogansi bisa menghampiri siapa saja. Termasuk seorang pendidik, guru, dosen, yang tiap hari memberi suatu bagi orang lain. Saat menjalani kursus panjang di Inggris, saya pernah mendengar kisah tentang seorang trainer yang begitu arogan. Dia sempat membuat banyak orang berdecak kagum. Buku-buku best seller pun lahir di tangannya. Akan tetapi, arogansi membuatnya ‘dibuang’ dari komunitas di negaranya. Celakanya, sang trainer menyalahkan para rekannya. Dia pun dikelilingi oleh mereka yang selalu berkata ‘ya’ padanya. Dari situ, kita belajar banyak untuk hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung self centered serta tidak mau mendengarkan orang lain. Dunia begitu mengenal sosok Mao, Hitler, ataupun Stalin. Mereka berjuang dari basis bawah menuju pucuk kepemimpinan. Mereka pun berjuang untuk perubahan di masyarakatnya. Idealisme mereka sangat luar biasa. Orang pun dibuatnya kagum. Namun, mereka lupa daratan ketika sukses. Mereka memonopoli kebenaran tunggal alias antikritik dan antipembaruan. Mereka memimpin dengan tangan besi. Korban pun bergelimpangan dari tangannya. Begitu juga dalam sejarah bisnis. IBM yang begitu besar dan terkenal pernah mengalami kemerosotan saat arogansi membekap sikap dan pikiran para pemimpin mereka. Sejenak setelah membaca artikel diatas dari milist resonansi, saya langsung teringat dengan salah satu Pemimpin organisasi pendidikan ternama di Surabaya, dimana beliau dikenal cukup handal dalam memimpin karena diriwayatkan memiliki segudang pengalaman di berbagai macam organisasi, lulusan luar negeri yang briliant dengan gelar seabrek. Pertanyaan retorika nya (tidak perlu jawaban) : Mengapa saya menjadi ingat beliau setelah membaca artikel sukses dan arogansi ? Waspadalah dengan 2 hal diatas (kesuksesan & arogansi) karena hanya orang-orang sukses beriman sajalah yang dapat mendeteksi – mencegah / menghindari penyakit mematikan ini Semoga artikel kepemimpinan kali ini dapat menginspirasi anda tentang penyakit berbahaya / mematikan dari seorang Pemimpin Handal (khususnya) atau seorang manusia (umumnya). Dan semoga saya dan anda dapat menemukan kesuksesan yang kamuflase sejati. 6… 



Tips Menjadi Pemimpin Handal 07

Tips Kepemimpinan kali ini fokus kepada soft skill dari masing-masing SDM dalam organinsasi. Hati-hati bagi anda yang memiliki rekanan kerja / sahabat / teman / atau apapun posisinya yang memiliki sifat yang menurut anda “kurang baik” meskipun “teman nakal” anda tersebut tidak secara langsung merugikan anda.Untuk memudahkan mengerti tips kali ini, berikut ilustrasinya : Pada suatu hari, sebuah keputusan dalam organisasi diambil secara tidak adil oleh Pimpinan. Sebut saja si gunawan salah satu anggota organisasi yang menjadi korban pembunuhan dari ketidak adilan putusan tersebut. Di lain pihak, anggota lain sebut saja jimmy merasa “beruntung” karena dia bukan yang menjadi korban. Percaya tidak percaya, menurut pengalaman dan pengamatan perilaku berorganisasi, jimmy sebagai pihak yang mengganggap dirinya beruntung karena bukan menjadi korban, seharusnya mulai berhati – hati jika mempunyai pimpinan seperti itu. Jika saat ini bukan dia yang menjadi korban, maka suatu saat, pelan tapi pasti dia akan menjadi “korban” berikutnya oleh pimpinan tersebut. Demikian juga untuk anda para pemimpin yang menjumpai anggota anda berperilaku organisasi yang buruk, segeralah ambil tindakan untuk membunuh nya perilaku tersebut (mis: dengan memberikan teladan, perspektif2 hidup, dsb) sebelum perilaku tersebut memakan korban-korban lainnya khususnya anda sendiri - Di dunia ini - - Tidak ada yang abadi - - Tidak ada yang sejati - - Yang ada hanya kepentingan pribadi - ** jimgun ** Jadi jangan terlalu naif untuk percaya atau membeberkan segala rahasia besar anda / organisasi terhadap siapapun ….. siapapun Believe me my story is straight Setelah cukup lama merenungkan berbagai macam hal, akhirnya saya memberanikan diri untuk menulis Tips Kepemimpinan yang ke-16. Tips kali ini boleh dikatakan termasuk kategori Jurus Kungfu Tingkat Tinggi yang pernah saya tulis kurang lebih 1 tahun lalu . Agak berbeda dengan tips-tips kepemimpinan sebelumnya, tips kali ini mempunyai keampuhan yang sangat hebat sekaligus dibarengi dengan resiko yang sangat besar jika anda salah menerapkan jurus kungfu ini Dengan membaca tips kali ini, diharapkan anda dapat mengambil hikmah dari jurus kungfu ini dan bagaimana harus bersikap jika terkena jurus ini oleh Pemimpin anda Tips kali ini akan berbicara mengenai Purity (pemurnian) di dalam organisasi yang saudara Pimpin. Untuk dapat mengerti arti Purity / pemurnian yang saya maksud. Coba simak deh cerita berikut ini … Pada suatu hari, di sebuah desa yang terpencil dan jauh dari keramaian kota terdapat organisasi Karang Taruna (KarTar) “IsoLo” yang cukup terkenal karena kreatifitas dan inovasi yang dari para anggotanya. Tetapi seiring berjalannya waktu, proses regenerasi otomatis terjadi ….. Boleh dikatakan hampir semua anggota termasuk jajaran pengurus KarTar mengalami proses regenerasi. Proses regenerasi ini akhirnya membawa jimgun seorang pemuda yang tinggal dan besar di kota besar untuk memimpin KarTar IsoLo di desa. Dengan masuknya jimgun di jajaran pengurus, membuat sebagian penduduk desa menjadi optimis terutama sang Kepala Desa. “Semoga KarTar kita ini dapat semakin jaya dan maju”, demikian harapan yang disampaikan Kepala Desa kepada KarTar IsoLo khususnya para pengurus barunya. Hari berganti hari…. berganti minggu…. berganti bulan….. KarTar IsoLo pun telah melalui berbagai macam kegiatan, yang membuat jimgun mulai mengerti kondisi KarTar IsoLo. Jimgun juga menyadari bahwa ternyata tidak semua anggota nya mempunyai loyalitas yang tinggi kepada KarTar. Ada yang bekerja asal-asalan, kurang profesional, dsb. Menyadari hal tersebut, Jimgun mulai mengambil sikap untuk “menyingkirkan” orang-orang yang dianggap kurang loyal terhadap organisasi dengan menggunakan jurus kungfu tingkat tinggi dalam dunia kepemimpinan / leadership yaitu Purity / Pemurnian organisasi. Jimgun mulai menerapkan kebijakan yang ketat terhadap anggotanya, menambah beban tanggung jawab, menuntut sesuatu yang lebih dari anggotanya tanpa memberikan upah tambahan, dan lain sebagainya. Intinya, Jimgun ingin membuat anggota baik yang loyal / kurang loyal merasa tidak nyaman dengan kondisi organisasi saat ini. Seiring berjalannya waktu, akhirnya proses pemurnian ini mulai menampakkan hasilnya. Demo dan protes akan kebijakan pengurus mulai muncul, konflik internal antara pendukung setia pengurus KarTar dan anggota yang tidak mendukung mulai ramai. Pemurnian ini mulai menampakkan hasilnya dengan adanya beberapa anggota KarTar yang mengundurkan diri. Dan hal ini akan terus berlangsung sampai benar-benar didapatkan anggota-anggota yang masih tinggal. Anggota inilah yang “dianggap” masih mempunyai loyalitas tinggi kepada organisasi. Sehingga besar harapan Jimgun untuk bersama anggota loyal memajukan organisasi KarTar IsoLo. 
Resiko kecil BESAR juga akan dihadapi bagi Pemimpin yang berani menggunakan jurus ini, seperti : 
• Pemimpin akan memulai kembali untuk membangun Organisasi seperti sedia kala karena banyaknya anggota (bisa anggota loyal / kurang loyal) yang mengundurkan diri. Justru jika banyak anggota loyal berubah menjadi kurang loyal dan mengundurkan diri …. ini adalah resiko yang harus disesali dihadapi oleh para Pemimpin. 
• Ada anggota yang masih berada di dalam organisasi dan memiliki antipati terhadap organisasi tetapi tidak bisa keluar organisasi karena ketidakmampuan atau hal yang lain Hal ini seperti duri dalam daging / virus yang dapat menggerogoti organisasi dari dalam. Masih ingat artikel kepemimpinan saya yang membahas mengenai pentingnya memperhatikan masalah internal organisasi. 
• Pemimpin menjadi seseorang yang sangat tidak disukai oleh anggota yang tidak loyal. Jika diatas adalah resiko, maka Keampuhan dahsyat dari Jurus Kungfu Kepemimpinan Purity/Pemurnian adalah : 
• Berhasil menyaring anggota-anggota yang tidak loyal. 
• Berhasil membuat anggota tidak loyal mengundurkan diri sehingga tidak perlu pesangon . 

Tips bagi anda yang mungkin justru sedang terkena jurus ini : 
• Introspeksi diri apakah anda termasuk anggota yang loyal / tidak. 
• Jika termasuk yang loyal, ya…. ngikut aja apa maunya bos . 
• Jika termasuk yang tidak loyal, ada beberapa saran dari saya : 
o Coba sampaikan pendapat / argumen anda secara baik. Tetapi ingat, seorang Pimpinan tidak pernah benar salah !!! Jadi tidak perlu cara-cara keras !!! 
o Mulailah berpikir untuk berpindah organisasi jika mampu. 
o Berubahlah menjadi seorang entrepreneur dan menjadi Pimpinan atas diri anda sendiri. 
o Atau Tetap di dalam dengan segala konsekuensinya. Selamat mencoba dan semoga berhasil 7… 


Tips Menjadi Pemimpin Handal 08

Didalam suatu organisasi, banyak sekali jenis karakter dari anggotanya. Bagaimana jika ternyata semua salah satu atau beberapa dari anggota organisasi ternyata memiliki tanggung jawab yang super hebat payah dibandingkan yang lain. Padahal tanggung jawab yang dimiliki tiap anggota sangat diperlukan oleh sang Pemimpin untuk mengutak-atik team guna mengencangkan performance team….. berikut adalah tips untuk mengatasi keadaan seperti ini …. Jika anda seorang Pemimpin yang mengalami hal seperti keadaan diatas, maka tips menjadi pemimpin handal 18 ini sangat tepat anda baca untuk menjadi salah satu referensi anda dalam pengambilan keputusan Tips Kepemimpinan kali ini saya sebut dengan “consignment of responsibility” alias pelimpahan tanggung jawab. Jika anda seorang Pemimpin, justru orang – orang yang anda anggap mempunyai tanggung jawab kurang harus anda perbaiki dengan metode consignment of responsibility. Berikan dia tanggung jawab yang lebih dari biasanya untuk memastikan kepada dia bahwa anda masih percaya dan berharap banyak darinya. Niscaya dengan langkah pasti dia akan berterima kasih dan akan mengemban tugas sebaik mungkin bahkan akan bekerja yang terbaik dari yang pernah dia lakukan Tips ini dapat dilakukan dengan catatan, memang anggota anda tadi “masih dianggap layak” untuk “diperbaiki” tetapi jika tidak ya…. pecat aja berdayakan dia semaksimal mungkin. Misalnya, jika kecepatan mengetiknya cepat, maka beri dia tugas mengetik seluruh pekerjaan semua rekan satu kantor , ato jika kemampuan “ngecemes / berbicara” nya hebat, tempatkan dia di bagian marketing / customer service atau apalah yang cocok. Intinya berdayakan dia sekuat tenaga dia asal jangan sampai pingsan aja. semoga bermanfaat, 8… 

Tips Menjadi Pemimpin Handal 09

Menjadi seorang Pemimpin bukanlah perkara mudah, karena selain tanggung jawab yang berat, seorang Pemimpin sejati harus memiliki berbagai macam kemampuan tentang Kepemimpinan. Selain banyak hal tersebut diatas, hal penting lainnya yang dapat digunakan untuk menunjang Kepemimpinan adalah “Gengsi Kepemimpinan”. Menurut fakta, semakin tinggi tingkat Kepemimpinan seseorang didalam organisasi, maka semakin tinggi-lah Gengsi dari Pemimpin tersebut. Atau jika menggunakan istilah statistik, tingkat Kepemimpinan berbanding lurus dengan Gengsi Kepemimpinan . Misalnya sebelum menjadi pemimpin, biasanya seseorang tidak memikirkan gengsi-nya untuk bertindak “bebas” (misalkan, duduk lesehan ditempat umum dengan teman-teman untuk merasakan nikmatnya rujak manis) Tapi setelah menjadi Pemimpin, seseorang harus berpikir 1000 kali untuk bertindak “bebas” seperti contoh diatas. Ketika ditanya alasannya, GENGSI / JAGA IMAGE (Jaim) menjadi alasan yang utama Yang menarik disini adalah, dengan “membunuh rasa Gengsi / Ja-Im nya”, para pemimpin handal justru mendapat dukungan yang sangat kuat yang dinamakan “People Power” . Efeknya, jika didalam organisasi, dukungan / loyalitas staf kepada Pemimpinnya sangat kuat, bukan tidak mungkin organisasi tersebut akan sangat mudah diarahkan ke arah yang lebih baik sesuai visi misi sang Pemimpin. Wow … Fantastis ! Jika begitu, mengapa masih banyak orang yang mengaku Pemimpin, tapi tidak mampu “membunuh Gengsi/ Ja-Im” nya sendiri? Atau mungkin orang – orang seperti ini lebih layak disebut sebagai Pimpinan daripada Pemimpin Bagaimana dengan metode Kepemimpinan anda sekarang? Apakah anda mengarah ke arah menjadi Pemimpin sejati atau justru kearah menjadi seorang Pimpinan dengan Gengsi dan Jaga Image yang berlebihan .



Kualitas Guru yang Baik ?? Seperti Apa ya ??

June 03, 2011 Add Comment

Seorang guru yang baik ? Kira-kira sulit untuk menemukan hari ini! Penulis juga sadar diri kok, jadi tenang aza yach, hehehe. Jadi seperti apa yang kualitas dari seorang guru yang baik? Di sini, izinkan saya berbagi pemikiran saya dengan Anda. Jika artikel ini kurang menarik, silahkan tinggalkan saja, tidak ada paksaan bagi Anda untuk membacanya . :-)

Guru, sejak dulu kala telah diakui sebagai profesi yang mulia, profesi tanpa tanda jasa. Sebuah profesi dimana ada martabat, penghormatan, dan kebaruan yang tidak dapat ditampilkan secara nyata, tanpa produk yang nyata, dan tanpa ada pengakuan yang nyata terhadap produk yang di hasilkan. Siapakah produk yang dihasilkan oleh seorang pendidik ? Itu jelas, pastilah siswa kita. Adakah siswa yang ingat akan jasa kita mendidiknya setelah mereka sukses, adakah siswa yang selalu bersyukur atas apa yang diterimanya dari kita ? Jarang sekali ada, bahkan kebanyakan mereka lupa. Itulah resiko dan tugas guru, tidak akan menuntut apapun , bahkan jika kita dituntut untuk menindak masalah yang kita sebabkan oleh hal yang telah kita ajarkan tersebut adalah salah. Menuntulah mereka jika kita salah dalam mengajarkan apa yang telah kita ajarkan kepada mereka. Mencoba untuk berbagi apa yang Anda tahu dengan orang lain dengan cara transisi dan transmisi pengetahuan mulus dan tanpa cacat, imposibel, pasti ada sedikit cacat, jika cacat maka itulah sebuah seni mengajar itu sendiri - bTautanagi saya.

Tanpa cacat mengajar? Sungguh tidak mungkin, bahkan untuk guru berdedikasi, bersertifikasi, ber plat "Genderal Manager Education' sekalipun. Seorang guru yang baik adalah dapat menemukan dan menkatrol bakat terpendam pada anak hingga bakat tersebut tertunjuk di masyarakat. Seorang guru SD, SMP, SMA, bahkan dosen sekalipun, harus mampu untuk hal ini. Semua komponen guru harus memiliki hal ini untuk apap ? Untuk mengimbangi potensi murid agar terus terjaga dan tumbuh sesuai laur yang diharapakan. Coba bayangkan saja\, seandainya anda adalah guru SD, umpamanya kelas 3, Namun di kelas empat kemampuan guru tersebut sungguh sangat ironis, lalu, bagaimanakah nasib siswa anda yang kelas 3 tersebut setelah naik kelas 4 ? bagaimana jika di kelas 5 memiliki guru yang bergerak ala kadarnya ?? Game Over...
Maka dari itulah semua komponen harus bekerjasama, tak mungkin hanya jika satu orang guru yang berdiri dan mengacukan jari telunjuknya ke depan siswa dan berkata " Ayo semangat .. !". Apa yang Anda pikirkan sekarang?? Seperti apa kualitas guru yang baik? Satu belevel 9 , satu anjlok, satu drop out. Sungguh sudah menjadi sebuah lembaga pendidikan yang benar-benar berkompeten dalam memajukan kualitas produknya. Sekarang marilah anda simak beberapa kutipan yang saya tulis ala kadarnya ini.


Apa yang membuat guru yang baik setelah semua? Selain latar belakang pendidikan yang menuntut profesi ini, kualitas seperti kesabaran, belas kasih dan inovasi sangat penting juga diperlukan. Jadi di sini ada beberapa jawaban untuk sebuah kualitas guru yang baik. Baca dan Anda dapat mengambil manfaat dari apa yang ada disini, jika pekerjaan mengajar adalah apa yang Anda cari dan apa yang anda jihadkan !!.

Menanamkan ...
Apa yang anda tanamkan ?? Menanamkan rasa haus akan pengetahuan! Anak-anak bermain, tidak peduli di usia kelompok mana mereka berada sekarang. Jangan mengutik-utik guru honorer, karena siswa anda tidak pernah memanggil meraka dengan sebutan " Pak Guru Honorer", begitu juga dengan anda , Apakah mereka juga menyebut anda dengan sebutan " Pak Guru PNS !!" ?? Tidak mungkin, saya kira tidak ada sejarah yang menyebutkan begitu. Maka bergeraklah dan tanamkan lah pada diri anak anda apa yang meraka cari, Anda , baik guru Honorer dan PNS, tak ada bedanya, jika anda mengerti ini, ini akan sangat membantu merangkaknya kualitas pendidikan kita. Mengumpulkan perhatian mereka adalah tugas "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa". Namun sebagai guru yang baik, apakah itu dengan mudah ?? Bagaimana? Ganti konsep "keserakahan sebagai simbol" dengan "keserakahan sebagai pengetahuan". Merancang teknik untuk membuat menarik siswa Anda. Saya rasa Anak-anak akan bergairah dan mengambil hal-hal langsung yang intrik dalam diri mereka, yang ada pada mereka, yang mereka punya serta minat mereka. Jika matematika, libatkan mereka dalam beberapa permainan matematika keren atau beberapa teka-teki membingungkan untuk membantu mereka menyapu otak mereka! Bantuan anak dengan konsep tersebut, gunakan media, komunikasi yang lancar , dan pergerakan tubuh anda yang seru. Pandu anak melalui masalah, jika ia tidak mengerti, tawarkan solusi cepat yang cepat, buat otak mereka sinkron dengan rencapa pembelajaran yang anda buat. Buatlah dia merasakan bersukacita menjelajahi solusi dengan dirinya sendiri dengan bantuan anda dan mengerti apa yang dia telah pelajari dan saya yakin, anak tidak akan pernah melupakannya, apa yang telah ia pelajari dengan upaya mereka sendiri!

Temukan dan Doronglah ...
Temukan bakat tersembunyi mereka yang berada di belakang layar! Setiap anak adalah unik dan tidak satupun dari mereka yang lemah. Tidak ada yang namanya Gen Pintar dan Gen Bodoh. Itu adalah teori masa lalu yang seharusnya tidak dibawa pada masa sekarang. Dulu saya pernah membaca masalah Mitos Otak Tetap, di buku tersebut bahwa gen bergerak tatap , namun sebenarnya setiap gen manusia dapat berfluktusi berubah sesuai dengan kondisi lingkungan hidup mereka, sel-sel otak berkembang khusus untuk jangka waktu tertentu mengikuti pola interaksi aktivitas mereka. Contohnya Seorang anak dari atlet golf Jack Nicklaus yang benama Gary Nicklaus , namun gary hanyalah seorang atlet golf yang hanya bisa disebut baik. Dia haru berlatih bertahun-tahun sebelum masuk ke peserta PGA Tour. berjuang selama sembilan tahun agar bisa masuk ke kualifikasi PGA Tour. Nah ternyata tidak ada yang namanya "Gen Golf " atau pun gen sebutan lainnya !!! Tidak diragukan lagi bahwa gen memaikan peranan besar, namun pengalaman kita dan siswa lah yang menciptakan komplektivitas terbesar dan variasi terluas dalam otak kita. Masing-masing dari mereka menginginkan bakat tersembunyi mereka menunggu untuk ditemukan pada waktu yang tepat oleh anda sebagai guru. Didalam sebuah kelas yang memiliki banyak anggota kelas, kemudian ada yang tertinggal dan tidak juga paham dengan apa yang anda ajarkan bukan nberarti mereka bodoh. Ini berarti, mereka membutuhkan perhatian! Sebagai seorang guru, seseorang harus monitor tidak hanya perkembangan akademik seorang anak, tetapi juga pertumbuhan pribadi dan ekstrakurikuler anak. Siapa tahu, kelas Anda mungkin memiliki orator terbaik, atau penyanyi terbaik atau pemain terbaik Liga Indonesia ? Siapa tahu,,, :-) . Bukan hanya bakat fisiknya, namun interaksi, respon, ketangkasan mereka dapat anda pupuk secara tidak langsung di dalam kelas yang anda bina.
Tantangan nyata bagi guru terletak di gairah untuk mengubah seorang siswa yang tidak begitu lincah dan pintar dalam belajar ! Dan lakukan serangan kecil yakni penghargaan , sekarang dan kemudian, atau mereka tidak akan pernah menemukan bakat mereka. Lakukan sesuatu ketika Jadwal " Pengembangan Diri " dimulai. Seorang guru yang baik akan menemukan seperti apa bakat yang tersembunyi meraka dan memelihara serta mengawasinya agar nantinya ia berdiri terpisah di keramaian!
" Siapa dia ? Itu Jono, dia pemain handal " ..., ( Anda pun dengan senyum melihat salah satu siswa anda suatu saat berada ditengah-tengah lapangan permainan Liga indonesia).

Interaksi ...
Berinteraksi sebanyak mungkin! Seorang guru yang baik akan lebih sering berinteraksi dengan semua siswanya! Ketika mengajar konsep, pastikan untuk meminta siswa banyak bertanya. Karena, segala sesuatu yang berhubungan dengan anak-anak, sesuatu yang baru bagi mereka adalah sebuah pertanyaan, mereka akan mengawang-awang dengan pertanyaan seperti "mengapa", "bagaimana" dan "apa", dengan persepsi visual yang mereka miliki sebelum Anda membantu mereka memcahkan apa yang menjadi sebab keingintahuan mereka. Jadi, untuk seorang guru penting bahwa bahasa tubuh, ekspresi wajah dan gaya presentasi harus sinkron dengan konsep subjek, yang sedang diberikan dalam sesi belajar mereka. Anda juga bisa membuat sebuah titik untuk mempersiapkan suatu sesi kuesioner pada hari sebelumnya dan meminta mereka dalam sesi berikutnya. Ini adalah sebuah pos pemeriksaan bagi siswa, yang akan membuat mereka tetap proaktif dan waspada sepanjang waktu. Juga, mendorong kerja tim di sesi kelas Anda. Ini akan membantu siswa memahami arti dari "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh".


Jadilah Inovatif...
Kreativitas merupakan aspek yang dikuasai oleh gairah, gairah tentang apa yang ingin mereka ketahui. Dan ini adalah salah satu kualitas yang paling penting dari seorang guru yang baik. Ketika Anda mendidik anak, titik penting adalah apakah ia tetap mempertahankan apa yang telah diajarkan atau tidak. Dan itu dapat diketahui jika metode mengajar yang anda lakukan mengasyikkan. Buatlah subyek Anda menarik dan Anda akan memiliki kelas penuh dengan mata dan telinga yang penuh dengan keingintahuan , menyerap di setiap sesi yang Anda sampaikan. Lagi pula, siswa harus belajar keluar dari dorongan dan bukan karena paksaan! Misalnya, Matematika merupakan subjek permainan asah otak . Mendorong siswa untuk mencoba cara yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama dan Anda akan yakin pada akhir sesi bahwa setiap anak merupakan seorang yang jenius dalam dirinya sendiri. pengajaran di kelas Inovatif melibatkan gairah, perhatian dan sikap positif terhadap profesi. Siapa tahu, Anda mungkin bisa belajar banyak dari siswa Anda.

Jadilah Model ...
Jika Anda ingin siswa Anda untuk unggul, maka Anda yang harus berprestasi terlebih dahulu! Ya kan ?? Jadilah teladan bagi siswa Anda. Berfikir terbuka adalah apa yang baik harus memiliki seorang guru dan pada saat yang sama pula, Anda memberikan yang sama kepada siswa. Anda mungkin mendapatkan satu set variasi siswa setiap tahun, di mana beberapa siswa mungkin akan terkenal, beberapa mungkin introver, beberapa mungkin menghilang, namun beberapa orang lain mungkin akan acuh tak acuh. Tapi ingat, semua siswa yang tidak mampu mencapai target mereka membutuhkan bantuan dan satu-satunya orang yang bisa memberi mereka di separuh hari mereka adalah Anda dan Anda sendiri! Untuk menjadi teladan kepada siswa, ketenangan, kasih sayang, kesabaran dan ketekunan adalah ciri-ciri kunci untuk guru. Hal ini akan membantu dalam memahami psikologi anak-anak, untuk mengukur perkembangan anak. Bagaimana mereka tumbuh, bagaimana prilaku mereka di lingkungan mereka. Tak harus 24 jam mengontrol. Luangkan waktu sedikit untuk bertanya kepada orang terdekat mereka. Teman, keluarga, atau bahkan orang tua mereka. Hal ini mungkin sulit, namun jika mereka melihat Anda sedang mengawasi mereka, dimana setiap harinya Anda melakukan prosesi yang bijak, maka meraka juga akan memperhatikan Anda. Meraka akan berfikir bahwa sangat perhatian dengan meraka.

-----------------------------------------//

Kualitas seorang guru yang baik datang ditahun-tahun melalui pengalaman dan pemahaman dan pasti banyak karena pilihan. kualitas guru yang baik, yang telah dinyatakan di atas mahir untuk guru yang mengajar di sekolah menengah. Namun untuk menjadi guru sekolah di Usia Dasar (SD/PAUD), hal-hal yang dapat menjadi sulit dan rumit, sebagai anak-anak kecil, keras kepala, sering tidak "mood" dan sangat nakal. Mengajar anak-anak kecil tersebut dapat menjadi materi Anda dan patut Anda coba! Jadi apa kualitas guru yang baik untuk Usia Dasar?

Seorang guru Usia Dasar bisa dibantu dengan tingkatan yang luar biasa terhadap kesabaran dan antusiasme, dengan faktor kasih sayang dan kreativitas yang menyertainya. Dia adalah satu, yang selalu harus memiliki senyum memikat menari di wajahnya! Senyum adalah salah satu senjata terbaik untuk memulai suatu hubungan dengan anak. Selain itu, guru harus menjadi pendengar yang sangat baik untuk obrolan yang tak henti-hentinya dari anak-anak Usia Dasar. Selain itu, guru harus memahami kebutuhan anak dan harapan orang tua dan bertindak berdasarkan latar belakang keluarga meraka. Jangan memaksa mereka menciptakan "apel", jika yang mereka punya adalah "jambu". Sebuah pendidikan adalah suatu keharusan, bahkan untuk Usia Dasar, namun harus diingat, kita buka mengajar, tapi kita mendidik , membimbing, pengayom, kita bukan menciptakan , namun mengolah. Walaupun bahan dasarnya adalah "tanah liat", namun tak dapat disangkal bahwa "guci" yang harganya jutaan pun juga terbuat darinya. Perhatian bentuk dedikasi kurikulum pengajaran di Usia Dasar, di mana setiap anak membutuhkan perhatian yang didedikasikan untuk pengembangan pribadi. Mengolah potensi yang ada pada mereka !

Jadi ini yang harus saya katakan tentang tanggung jawab seorang guru. Harap Anda tahu sekarang, apa dan bagaimana kualitas guru yang baik. Seperti anak, setiap guru juga unik karena ia datang dengan teknik pengajarannya yang unik. Tetapi kualitas yang penting yang melebihi kualifikasi apapun adalah semangat, semangat untuk mengajar! Seorang guru didorong yang didorong oleh semangat pasti akan menghasilkan siswa yang paling cerdas dan disiplin! Ketika saya mengakhiri artikel ini untuk kualitas guru yang baik, saya ingin mengutip baris Henry Brook Adams:

"Seorang guru mempengaruhi keabadian, ia tidak akan pernah tahu di mana pengaruhnya akan berhenti ..."

Soo, jadilah seorang guru yang bersemangat !!!.

Pilih Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan?

January 27, 2011 Add Comment
Setelah posting sebelumnya tentang How to Complaining in English dan Earth Magnetic Field & Sustainable Energy , maka kali ini admin akan membahas seputar memilih Asuransi pendidikan atau Tabungan Pendidikan. Banyak orang bingung dalam masalah ini, sekarang mudah-mudahan artikel ini dapat sedikit mencerahkan Anda.

Krisis global yang mempengaruhi perekonomian banyak negara saat ini memaksa kita untuk jangan sampai mengabaikan investasi di bidang pendidikan. Penyediaaan anggaran untuk meningkatkan pendidikan bermutu bukan saja dapat memacu pemulihan ekonomi, tetapi juga berkontribusi untuk memperkuat pertumbuhan di masa depan dan menjamin stabilitas global jangka panjang, termasuk pertumbuhan ekonomi keluarga dan kesiapan matang dalam hal jaminan pendidikan bagi keluarga.

Ketika Anda mempersiapkan dana pendidikan. Anda mungkin akan dibingungkan oleh cara memilih antara asuransi pendidikan ( Educational Ensurance ) atau tabungan pendidikan yang ditawarkan di bank-bank. Bagaimana kita menselaraskan kebutuhan dengan dana pendidikan yang pasti naik terus, walaupun sebenarnya pendidikan gratis telah ada dari Tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar. Sebagai contoh, saat Anda memilih asuransi pendidikan ( Educational Ensurance )yang pertanggungannya premi sekitar Rp 50 juta, Rp 6 juta per tahun yang akan keluar bertahap saat anak Anda masuk SD, SMP, SMA, dan universitas. Hal tersebut akan menimbulkan benak dalam pikiran Anda apakah jumlah tersebut mencukupi untuk masuk sekolah, sedangkan untuk mempertinggi pertanggungan berarti preminya semakin besar.

Sebutlah, Anda dan isteri adalah sepasangan muda, yang berpenghasilan sebulan hanya sekitar 1 juta, dan baru memiliki seorang anak berusia sekitar 1,5 - 2 tahun. Nah, sekarang Anda dapat memilih mana sebaiknya Anda pilih, asuransi atau tabungan? Jika kemungkinan hanya bisa menabung, berapa uang yang harus Anda sisihkan setiap bulan?

Sebenarnyanya antara Asuransi pendidikan ( Educational Ensurance ) atau tabungan pendidikan memiliki karakteristik yang hampir sama. Selain pengambilan investasinya bisa disesuaikan dengan jadwal masuk sekolah anak Anda, keduanya sama-sama memberikan fungsi proteksi. Artinya, ketersediaan dana pendidikan anak Anda akan tetap terjamin meskipun risiko kematian terjadi pada diri Anda.

Nah sekarang kita mulai denga Asuransi pendidikan ( Educational Ensurance ) secara khusus, asuransi pendidikan merupakan asuransi yang menawarkan dwi guna, yaitu fungsi proteksi dan investasi. Fungsi proteksinya akan menanggung risiko kematian atas Anda, yaitu dengan menjanjikan sejumlah uang tertentu jika Anda mengalami kematian. Hanya saja, uang pertanggungan yang diberikan itu biasanya telah disesuaikan dengan biaya pendidikan anak Anda dan sudah disepakati di dalam polis.

Sebagai investasi, asuransi ini akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang Anda bayarkan. Sebagai ganti pengelolaan uang Anda itu, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah dana yang besarnya sudah disepakati dalam polis. Waktu pembayarannya pun sudah dijadwal, hal itu agar sesuai dengan waktu sekolah anak Anda.

Sementara itu, tabungan pendidikan merupakan produk tabungan dari bank. Produk ini memiliki karakteristik yang mirip dengan asuransi pendidikan. Dengan jenis tabungan ini, Anda akan menabung sejumlah uang tertentu secara rutin.

Besarnya tabungan bulanan pun dihitung dari target dana pendidikan yang akan Anda ambil, kelak. Dan untuk menjamin ketersediaan dana pendidikan itu, bank telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi yang akan menjamin setoran Anda walaupun terjadi resiko kematian.

Sebaiknya, uang yang akan Anda sisihkan sebagai tabungan bulanan perlu dikaitkan dengan besarnya kebutuhan Anda di masa depan. Untuk dana pendidikan anak Anda, misalnya. Anda harus lebih dulu menghitung jumlah dana yang Anda butuhkan, serta waktu pemakaiannya.

Setelah itu, hitunglah jumlah uang yang harus Anda tabung. Sedangkan untuk dana cadangannya, Anda pun harus menyiapkan tabungan lain sampai jumlahnya kira-kira berkelipatan antara 5 sampai 15 kali gaji Anda.

Kiranya, bukan larangan untuk menabung bagi pasangan muda yang berpenghasilan rendah. Namun sebaiknya, Anda tidak perlu terlalu memaksa diri untuk memiliki sesegera mungkin dana pendidikan dan dana cadangannya. Buatlah pengaturan uang Anda sewajarnya. Alhasil, menyisihkan uang dengan cara menabung tetap bisa tercapai tanpa mengorbankan kepentingan lainnya saat ini.

Resource : kompas.com