Showing posts with label Asuransi Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Asuransi Pendidikan. Show all posts

Guru Bertenaga Surya

November 29, 2011 Add Comment

Jumpa lagi dengan posting manual writing ... :D
Nah kali ini Admin pengen membahas masalah guru lagi nih. Lho , kok guru lagi sih ?? Oh, ya jelas dong, soalnya kunjungan terbanyak web-blog ini adalah para guru yang berasal dari Indonesia. Jadi ane cukup gunakan bahasa Indonesia campuran ya, hehehe. Lanjut...
Menanggapai masalah yang baru saja ane sadari, eh ternyata di tempat ane, atau ane sendiri ngerasain bahwa ane adalah guru bertenaga Surya. Bingung dengan posting ini ? Atau anda semua dah tau apa yang akan dibahas pada posting ini ?? Heheeee.. . Ga penting dah mengenai tahu tidaknya apa yang akan dibahas dalam posting ini, yang penting adalah menyadari apakah diri kita termasuk kedalam kategori guru bertenaga surya. :D

Sama seperti mobil yang baru ditemukan pada dekade akhir-akhir ini yaitu mobil bertenaga surya. Lha terus apa hubungannya dengan guru ??? Ya ada bossss. Sebenernya , judul posting ini hanyalah sebuah majas. Sebuah perumpamaan dari seorang guru yang berangkat ke sekolah memakai ontel bermotor atau bermobil yang hanya hidup ketika melihat matahari. Ane sendiri pun merasa bahwa sepada motor Ane hanya akan hidup ketika melihat / atau matahari telah muncul kelihatan oleh pandangan ane, bukan karena motor ane yang bertenaga surya, tetapi ane lah yang bertenaga surya, hehehe. Ane akan turun dan berangkat apabila matahari terlihat jelas kepermukaan, menyentuh kulit ane. Namun jika harinya mendung dan menutupi matahari maka, motor ane ga mau hidup, sekali lagi bukan karena motor ane bertenaga surya, melainkan ane males deh kalo belum ngeliat matahari pagi, :D. Naaaaaahh,, loooooo,, bagaimana dengan sampean ?? Sama ya ??? Kalo sama berarti jelas sampean juga Guru bertenaga surya dah, itu berarti kita sama, guru bertenaga surya.

Nah, dari itulah sebenanya apa dan siapa kita adalah menyangkut fungsi dan tugas kita, ane melihat bahwa murid-murid ane tidak mengenal yang namanya hujan, panas. Mereka selalu datang sebelum bel berbunyi. Seketika ane sadar bahwa ane bukanlah apa-apa dibanding mereka. Wajah mereka yang polos mampu menggetarkan naruni ane yang memiliki tugas sebagai pembimbing mereka ke masa depan, walalupun hanya 1/4 hari tatap muka. :D. Sadar bukan berarti dari wejangan seseorang yang lebih tua pengalaman dan umurnya, tetapi sadar karena seseorang yang belum matang full adalah sesuatu yang hebat bagi ane. Sekarang didalam kelas ane lebih frees, mampu menerima mereka sebagai partner ane, buka ane sebagai tokoh utama yang selalu menang, tetapi lebih dari sekedar partner yang mampu share masalah mereka secara otomatis, mampu menerima yang salah dan yang benar, yang benar dari yang salah, dan menyatakan benar jika terjadi salah, serta mampu konsekuen menyatakan salah dari yang memang benar-benar salah.

Silahkan tersinggung dengan posting ini, >>>>>>>>>

Entah benar atau salah, yang menjadi bukti adalah lapangan.
Bravooo........ :D

Pilih Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan?

January 27, 2011 Add Comment
Setelah posting sebelumnya tentang How to Complaining in English dan Earth Magnetic Field & Sustainable Energy , maka kali ini admin akan membahas seputar memilih Asuransi pendidikan atau Tabungan Pendidikan. Banyak orang bingung dalam masalah ini, sekarang mudah-mudahan artikel ini dapat sedikit mencerahkan Anda.

Krisis global yang mempengaruhi perekonomian banyak negara saat ini memaksa kita untuk jangan sampai mengabaikan investasi di bidang pendidikan. Penyediaaan anggaran untuk meningkatkan pendidikan bermutu bukan saja dapat memacu pemulihan ekonomi, tetapi juga berkontribusi untuk memperkuat pertumbuhan di masa depan dan menjamin stabilitas global jangka panjang, termasuk pertumbuhan ekonomi keluarga dan kesiapan matang dalam hal jaminan pendidikan bagi keluarga.

Ketika Anda mempersiapkan dana pendidikan. Anda mungkin akan dibingungkan oleh cara memilih antara asuransi pendidikan ( Educational Ensurance ) atau tabungan pendidikan yang ditawarkan di bank-bank. Bagaimana kita menselaraskan kebutuhan dengan dana pendidikan yang pasti naik terus, walaupun sebenarnya pendidikan gratis telah ada dari Tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar. Sebagai contoh, saat Anda memilih asuransi pendidikan ( Educational Ensurance )yang pertanggungannya premi sekitar Rp 50 juta, Rp 6 juta per tahun yang akan keluar bertahap saat anak Anda masuk SD, SMP, SMA, dan universitas. Hal tersebut akan menimbulkan benak dalam pikiran Anda apakah jumlah tersebut mencukupi untuk masuk sekolah, sedangkan untuk mempertinggi pertanggungan berarti preminya semakin besar.

Sebutlah, Anda dan isteri adalah sepasangan muda, yang berpenghasilan sebulan hanya sekitar 1 juta, dan baru memiliki seorang anak berusia sekitar 1,5 - 2 tahun. Nah, sekarang Anda dapat memilih mana sebaiknya Anda pilih, asuransi atau tabungan? Jika kemungkinan hanya bisa menabung, berapa uang yang harus Anda sisihkan setiap bulan?

Sebenarnyanya antara Asuransi pendidikan ( Educational Ensurance ) atau tabungan pendidikan memiliki karakteristik yang hampir sama. Selain pengambilan investasinya bisa disesuaikan dengan jadwal masuk sekolah anak Anda, keduanya sama-sama memberikan fungsi proteksi. Artinya, ketersediaan dana pendidikan anak Anda akan tetap terjamin meskipun risiko kematian terjadi pada diri Anda.

Nah sekarang kita mulai denga Asuransi pendidikan ( Educational Ensurance ) secara khusus, asuransi pendidikan merupakan asuransi yang menawarkan dwi guna, yaitu fungsi proteksi dan investasi. Fungsi proteksinya akan menanggung risiko kematian atas Anda, yaitu dengan menjanjikan sejumlah uang tertentu jika Anda mengalami kematian. Hanya saja, uang pertanggungan yang diberikan itu biasanya telah disesuaikan dengan biaya pendidikan anak Anda dan sudah disepakati di dalam polis.

Sebagai investasi, asuransi ini akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang Anda bayarkan. Sebagai ganti pengelolaan uang Anda itu, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah dana yang besarnya sudah disepakati dalam polis. Waktu pembayarannya pun sudah dijadwal, hal itu agar sesuai dengan waktu sekolah anak Anda.

Sementara itu, tabungan pendidikan merupakan produk tabungan dari bank. Produk ini memiliki karakteristik yang mirip dengan asuransi pendidikan. Dengan jenis tabungan ini, Anda akan menabung sejumlah uang tertentu secara rutin.

Besarnya tabungan bulanan pun dihitung dari target dana pendidikan yang akan Anda ambil, kelak. Dan untuk menjamin ketersediaan dana pendidikan itu, bank telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi yang akan menjamin setoran Anda walaupun terjadi resiko kematian.

Sebaiknya, uang yang akan Anda sisihkan sebagai tabungan bulanan perlu dikaitkan dengan besarnya kebutuhan Anda di masa depan. Untuk dana pendidikan anak Anda, misalnya. Anda harus lebih dulu menghitung jumlah dana yang Anda butuhkan, serta waktu pemakaiannya.

Setelah itu, hitunglah jumlah uang yang harus Anda tabung. Sedangkan untuk dana cadangannya, Anda pun harus menyiapkan tabungan lain sampai jumlahnya kira-kira berkelipatan antara 5 sampai 15 kali gaji Anda.

Kiranya, bukan larangan untuk menabung bagi pasangan muda yang berpenghasilan rendah. Namun sebaiknya, Anda tidak perlu terlalu memaksa diri untuk memiliki sesegera mungkin dana pendidikan dan dana cadangannya. Buatlah pengaturan uang Anda sewajarnya. Alhasil, menyisihkan uang dengan cara menabung tetap bisa tercapai tanpa mengorbankan kepentingan lainnya saat ini.

Resource : kompas.com