Showing posts with label 101 Pembelajaran Aktif. Show all posts
Showing posts with label 101 Pembelajaran Aktif. Show all posts

Aktivitas Belajar dan Hubungannya Dengan Pembelajaran " Bermakna "

July 28, 2011 Add Comment

Sudah barang umum kalo misalnya di dalam kelas terjadi aktifitas, tentunya aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran. Banyak guru mengabaikan hal ini, mungkin dikarenakan mereka hanya mengejar target kurikulum, yang penting "nilai", yang penting "hasil", bukan prosesnya. Simpelnya, "nilai/hasil/produk" sangat mudah di ukur. Dengan mendapat nilai yang tinggi maka dapat dikatakan bahwa siswa "berhasil". Tentu saja, nilai merupakan hal yang real untuk menentukan berhasil tidaknya seorang siswa dalam aktivitas belajarnya, tapi jangan salah, bisa saja mereka akan menjadi lupa materi apa yang kita ajarkan kepada mereka ketika materi baru telah kita ajarkan kepada mereka. Hal ini menyangkut satu kata yang sangat penting yaitu "MAKNA". Belajar tanpa makna membuat mereka mudah lupa. Nah sebelumnya kita akan mencari tahu Macam-macam keaktifan belajar yang dapat dilakukan oleh siswa di sekolah, yaitu antara lain: (1) Visual Activities, seperti: membaca, memperhatikan gambar, memperhatikan demonstrasi orang lain, (2) Oral Activities, seperti: mengatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan interview, diskusi interupsi, (3) Listening Activities, seperti: mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, pidato, (4) Writing Activities, seperti: menulis: kritera, karangan, laporan, tes, angket, menyalin, (5) Drawing Activities, seperti: membuat grafik, peta, diagram, (6) Motor Activities, seperti: melakukan percobaan, membuat konstruksi model, mereparasi, (7) Mental Activities, seperti: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan, (8) Emotional Activities, seperti: menaruh minat, merasa bosan, berani, gembira, gugup, senang (Sardiman A.M. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press).

Menurut Soemanto (2003: 107, Soemanto, Wasty. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta), macam-macam keaktifan belajar yang dapat dilakukan oleh siswa dalam beberapa situasi, yaitu:

(1) mendengarkan, (2) memandang, (3) meraba, mencium, dan mencicipi, (4) menulis atau mencatat, (5) membaca, (6) membuat ringkasan, (7) mengamati tabel, diagram, dan bagan, (8) menyusun kertas kerja, (9) mengingat, (10) berpikir, (11) latihan atau praktek
Keaktifan yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap daya ingat siswa. Sedangkan menurut Dewey seperti dikutip oleh Martinis (2007: 82) “Keinginan siswa akan hal-hal yang belum diketahuinya mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam suatu proses pembelajaran”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang belum diketahui siswa dapat mendorong siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan semakin banyak kegiatan aktif siswa dalam pembelajaran maka semakin besar daya ingat siswa dalam menyerap materi pembelajaran.

Nah, hal ini jelas sudah, bahwa semakin mereka melakukan aktifitas belajarnya, maka pembelajaran akan semakin kuat merekat diingatannya.

Sekian, Semoga bermanfaat . . .

ADMIN #2


Listening Team ( Tim Pendengar ) - 101 Pembelajaran Aktif,

July 20, 2011 Add Comment

Pada posting sebelumnya tentang 101 Pembelajaran Aktif, mengenai Teknik Membangkitkan rasa ingin tahu ( Inquering Minds What To Know) , kali ini admin akan membahas mengenai teknik pembelajaran yang lainnya , yaitu "Listening Team ( Tim Pendengan )" . Teknik ini juga termasuk kedalam bentuk pembelajaran Full Class Learning. Pada dasarnya, kegiatan atau teknik ini adalah sebuah caya yang dapat membantu peserta didik agar tetap terfokus dan siap siaga dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi. Dalam kegiatan ini, Listening Team membentuk kelompok-kelompok kecil yang bertanggung jawab menjelaskan materi pembelajaran, hampir sama dengan Model Jigsaw , namun dalam Listening Team disini tidak ada pertukaran anggota tim.

Berikut ini adalah prosedur proses pembelajaran dari Listening Team :



1. Bagi seluruh peserta didik menjadi minimal 4 Tim. Masing-masing tim mempunyai peran dan tugas masing-masing, tugas ini akan dijalankan ketiga guru selesai memberikan ceramah. Sebenarnya teknik kali ini adalah mengubah sedikit dari metode Ceramah dan Tanya jawab. berikut tugas dan perannya :

  • Penanya, Tugasnya : Setelah pelajaran yang umumnya dipenuhi oleh kegiatan Ceramah, paling tidak penanya menyuguhkan 2 pertanyaan tentang apa yang baru saja mereka dengarkan.
  • Orang Yang Setuju : Tugasnya : Menanyakan poin-poin mana yang mereka sepakati. ( seluruh anggota tim "Orang yang Setuju" ini harus memang benar-benar setuju terhadap poin yang akan mereka utarakan. Dan juga mereka harus mengutakan alasan "mengapa kami setuju"
  • Orang Yang Tidak Setuju : Tugasnya : Sama tugasnya dengan tim "Orang Yang Setuju", hanya saja terhadap poin yang tidak mereka setujui.
  • Pemberi Contoh , tugasnya : memberikan contoh-contoh khusus atau aplikasi dari materi yang telah di ceramahakan oleh guru

2. Sampaikan pelajaran anda menggunakan metode yang anda inginkan, silahkan lihat disini ( Penggolongan dan Jenis Model berorientasi PAKEM ), untuk mengetahui metode apa saja yang dapat digunakan di dalam kelas. Setelah selesai beri waktu Tim untuk menyelesaikan tugas mereka masing - masing.

3. Mintalah peserta didik untuk melakukan hal sesuai dengan tugasnya tersebut, tim penanya bertanya, begitu juga tim yang lainnya. Berikan tanggapan anda, dengan terlebih dahulu menanyakan tanggapa tim yang lainnya. Ini akan memacu proses interaksi kelas anda.

Variasi Kegiatan :

Buatlah peran-peran yang lainnya, atau buat nama kelompok yang unik untuk setiap peran mereka. Tantanglah peserta didik untuk bertukar fungsi secara mendadak setelah anda menyelesaikan kegiatan diatas.
Semoga Bermanfaat . ..


Posting Selanjutnya :
1. Guide Note - Taking ( Membuat Catatan Terbimbing )
2. Lecture Bingo ( Memberi Ala Bingo )

Inquery Minds What To Know ( Teknik Membangkitkan Rasa Ingin tahu )

July 06, 2011 Add Comment

Ini adalah artikel pertama kali pertama mengenai macam-macam Pembelajaran Aktif. Ada sangat banyak sekali Pembelajaran Aktif yang dapat kita terapkan di dalam kalas kita. Salah satunya adalah teknik ini , Inquery Minds What To Know ( Teknik Membangkitkan Rasa Ingin tahu ). Nah, sebenarnya teknik ini pernah saya baca di sebuah buku yang berjudul Active Learning, karangan Mel Sibermen, Schuster Company Needham Heihgts.

Baiklah langsung saja tidak perlu bertele-tele,Teknik ini sebenarnya dirancang untuk meningkatkan respon siswa terhadap segala sesuatu hal yang ada disekitanya, namun menurut sumbernya, tekni mengajar ini merupakan teknik sederhana yang dimaksudkan untuk merangsang rasa ingin tahu peserta didik dengan mendorong spekulasi mengenai topik atapun persoalah materi ajar. Teknik ini termasuk kedalam Golongan Pembelajaran Kelas Penuh, artinya melibatkan dan dirancang untuk sistem kelas, bukan untuk perorangan. Namun jika kita memodifikasinya sedikit maka akan menjadi pembelajaran individual untuk siswa yang memang khusus menjadi sasaran teknik ini, dalam artian siswa yang memang kurang ingin tahu, acuh tak acuh, ataupn siswa yang enggan untuk mencari tahu sesuatu yang umumnya membuat anak lain ingin tahu, seolah-olah memang tidak peduli dengan apa yang ada dihadapannya.

Nah, sekarang kita masuk ke Prosedur Pelaksanaan Tekni ini terlebih dahulu, mari kita simak bersama penjelasan dibawah ini ;


Prosedur :

  1. Sebaiknya kita tanyakan kepada kelas kita ( semua siswa), satu pertanyaan pembangkit minat belajar , cukup satu pertanyaan saja,dan usahakan kita bisa mengira-ngira bahwa pertanyan tersebut paling tidak ada 1 siswa yang bisa menjawabnya, misalnya kita sedang belajar Sains (IPA)- Gaya. Kita cukup menanyakan tentang hal yang sederhana ; "Apa yang membuat mobil bisa berjalan ?" atau " Mengapa roda itu bulat ?"
  2. Doronglah mereka untuk berspekulasi dan menebak dengan bebas, gunakan kata kata seperti "tebaklah" atau "cobalah".
  3. Jangan memberikan umpan balik dengan segera walaupun ada salah satu siswa yang menjawab benar, usahakan jangan mangatakan "salah" jika jawaban mereka salah, cobalah memakai kata "kurang tepat", "atau "hampir benar", atau "masih jauh ". Terimalah semua tebakan. Bentuk keingintahuan tentang jawaban yang "sebenarnya", maksudnya adalah rangsang mereka dengan sebauh fakta sebagai katalisator jawaban yang sebenarnya. Bantu mereka dengan memberikan fakta yang ada, atau umpat yang memang mengarah kepada jawaban. Namun jangan sampai rangsangan fakta yang kita sampaikan kepada siswa jauh melenceng dari tema / materi yang akan kita diskusikan/ajarkan.
  4. Kita juga dapat memvariasikan kegiatan dari pertanyaan kita tersebut dengan memasangkan peserta didik dan meminta mereka menebak secara kolektif.
  5. Kita juga bisa mengganti pertanyaan tersebut dengan sebuah pertunjukan atau atraksi menggunakan media belajar yang berhubungan dengan materi. Buat sesuatu dibenak mereka " Apa sih yang bapak lakukan? - Apa sih yang sebenarnya bapak ingin ajarkan? - Apa sih yang akan bapak tunjukan kepada kami hari ini ? "
  6. Fungsi semuanya akan terlihat jika mereka benar-benar mulai antusias dengan pertanyaan anda tadi. Buatlah Suasana kelas menjadai ramai, namun tidak berarti gaduh. Teknik ini dikatan berhasil apabila semua siswa "bergerak" , maksudnya semua siswa tertuju pada kegiatan yang kita lakukan.
Terkadang teknik ini sulit untuk dipraktekkan, maka dari itulah kita seharnya membuat rancangan atapun RPP yang mengarah pada teknik ini. Pada dasarnya ini termasuk ke dalam Metode Ceramah dan Tanya Jawab.
Sekian..
Admin #1


Artikel sebelumnya :

Kumpulan Pembelajaran Aktif - ( Active Learning )

July 01, 2011 Add Comment

Dunia Pendidikan kita saat ini tengah mengalami krisis yang cukup serius. Bisa dibilang krisis ini bukan hanya menyangkut Anggaran Pemerintah dalam Meningkatkan Pendidikan walapun sekarang telah diselenggarakan berbagai program yang tujuannya tidak lain adalah sebagai peningkatan kualitas Pendidikan, namun juga menyangkut lemahnya tenaga ahli, visi serta politik pendidikan di Indonesia yang kurang jelas. Mungkin kita semua telah menyadari bahwa program sertifikasi pemerintah untuk tenaga pendidik dan kependidikan sekarang belum mampu sepenuhnya meningkatkan kualitas pendidikan yang ada.

Jelas terlihat bahwa "lebih tidak ada perubahan" yang berarti untuk kualitas seorang guru yang telah bersertifikat "profesional", hal ini dibuktikan dengan cara mengajar dan teknik yang meraka gunakan, masih "jadul" yakni kejar mengejar target NILAI UN, bukan karakter peserta didik yang dikembangkan, tapi malah justru karakter dan pamor sekolah yang mereka kejar. Semakin tinggi tingkat kelulusan maupun tingkat pencapaian nilai UN semakin tinggi pula pamor sekolah, demi satu tujuan, semakin banyak yang berminat bersekolah di sekolah tersebut semakin banyak pula penerimaan dana yang mereka dapatkan. Baik tingkat SD, SMP,SMA, semua sama ( namun tidak semua, hanya sebagian, bahkan sebagian besar).

Nah untuk itulah, semua tergantung diri masing-masing, jika kita ingat sila pertama "pancasila" "Ketuhanan Yang Maha Esa", ingat siapa dan apa tugas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik, maka walaupun tidak bersertifikat ataupun berstempel pendidik yang bersertifikat, namun kita telah "disertifikasi" oleh_Nya dimanapun kita berada.

Sekarang kita masuk ke pokok masalah, yakni memerankan peran kita sebenarnya sebagai tenaga profesional yang mampu membentuk anak dari segi kemampuan intektual namun juga kreativitas. untuk itulah kita seharsnya mampu menguasai berbagai keterampilan mengajar, teknik mengajar, serta kreativitas mengajar. Nah, mulai hari ini, tanggal 02 Juli 2011, Admin akan memulai men-share kemampuan seorang guru yang Admin ketahui, semoga nantinya bermanfaat, karena saya sendiri tidak peduli nilai.. ^_^.

Dibawah ini adalah daftar Pembelajaran Aktif yang dapat kita coba terapkan di dalam classroom, dari sumber : Mel Sibelrment melalui websitenya, serta beberapa website pendidikan lain yang menyangkut pembelajaran Aktive di bawah ini

A. Pengajaran Kelas Penuh, ( Full Class Learning )
  1. Inquering Minds What To Know
  2. Guided Note-taking
  3. Listening Team
  4. Lecture Bingo
  5. Synergetic Teaching
  6. Guided Teaching
  7. Meet The Guest
  8. Acting Out
  9. Video Critic
  10. What's My Line
B. Merangsang Diskusi Kelas
  1. Trial By Jury
  2. Point Counterpoint
  3. Reading Aloud
  4. Active Debate
  5. Town Meeting
  6. Three-stage Fishbowl Decision
  7. Expanding Panel
C. Belajar Bekerja Sama
  1. Information Search
  2. The Study Group
  3. Card Sort
  4. Quiz Team
  5. The Power of Two
  6. Learning Tunament.
Demikian beberapa pembelajaran Aktive yang akan kami posting satu persatu seuai urutan, jadi untuk yang pertama akan kami bahas tentang Pengajaran Kelas Penuh.
Selamat Menunggu....

Resource: extension.oregonstate.edu/catalog/4h/4-h0259l
w3.gre.ac.uk/~bj61/talessi/mel-sibelrment
www.esa.org/tiee/teach/essays/student_active.html
vfc17.project.mnscu.edu


Artikel sebelumnya :