Showing posts with label Bahan Ajar. Show all posts
Showing posts with label Bahan Ajar. Show all posts

Masalah Pada Komputer dan Solusinya - Bagian 1

July 09, 2011 1 Comment

Kali ini kita akan membicarakan mengenai masalah-masalah apa saja yang terjadi pada komputer, PC, Notebook, ataupun laptop. Pada dasarnya masalah masalah ini sama semuanya atara PC, Notebook, ataupun laptop, namun mungkin cara memperbaikinya yang berbeda. Tema "Masalah Pada Komputer dan Solusinya " ini akan admin bagi menjadi 3 bagian. Artikel yang sekarang ini adalah artikel bagian pertama, untuk selanjutnya silahkan ber-subcribe ria lewat email, anda akan menerima artikel kami selanjutnya di email anda, tidak perlu susah-susah datang ke sini. hehehe.. (bukan melarang lhooo... :D). Langsung saja kita mulai.


A. Sering Terjadi Hang

Penyebab :
• Memory (RAM) tidak cocok
Memori yang tidak cocok biasanya menyangkut hal tipe, mapun merek. Usahakan jika anda menggunakan 2 buah RAM maka harus sama merek dan tipenya serta kapasitasnya. data yang telah diproses dan menunggu untuk dikirim ke output device, secondary storage atau juga communication device. Hal ini memungkinkan RAM bekerja secara optimal tanpa ada gangguan yang tidak diinginkan. Copot RAM Anda dan ganti dengan yang baru atau perbaiki RAM anda jika bisa, jika tidak bisa belajar di sini ( Cara mengetes dan memperbaiki IC Memory pada RAM dengan menstabilkan jalur arus ). Jika tidak ingin keluar uang, pinjam temen, tetangga, nenek, atau kakek, tanyakan kepada mereka.. :-p

• Ada virus di harddisk
Scan Hardisk secara menyeluruh.

• Over Clock

Menurut Wikipedia, overclock adalah proses memaksa komponen komputer untuk berjalan pada clock yang lebih tinggi dari seharunya. Proses ini dilakukan untuk meningkatkan performa komputer. Karena apabila Anda menggunakan processor pada kecepatan standarnya, itu sama saja seperti kehilangan potensi sebenarnya. Sebab, sudah bukan rahasia lagi bahwa processor memang sengaja dilabeli dengna kecepatan di bawah kecepatan potensialnya. Misalnya, processor Anda memiliki kecepatan 3 GHz, tapi sebenarnya processor itu masih sanggup dijalankan pada kecepatan 3.3 GHz. Artinya pemaksaan, tapi itu tidak masalah jika memang prosseor anda kuat. Coba stabilkan clock processor - nya, masuk ke BIOS anda ( tampilan paling awal PC/Notebook/laptop anda - biasanya menekan tombol del, atau F3 atau F2 - tergantung merek komputer anda), dan cari, biasanya, ada pilihan "Default Setting" atau semacamnya dan senada dengan istilah tersebut, selanjutnya keluar dengan menekan tombol enter pada pilihan "save setting". hati-hati, BIOS merupakan perangkat lunak yang sensitif terhadap perubahan seting yang anda lakukan, jika ragu-ragu lebih baik kembali dan sodorkan ke tukang urut/servis komputer.

• Ada bad sector di harddisk
Scanhardis dengan fasilitas standar windows. Masuk ke "My Computer" > pilih hardisk utama yang beristalakan windowsnya > klik kanan> Properties>Tools>"error-checking - klik "check now". Anda juga bisa menggunakan fasilitas software lain seperti TuneUp Utulity 2007/8/9/10.. atau utulity yang lain yang fungsinya sama dengan yang diatas.

• Software mengalami crash
Ini jelas akan membuat komputer hang, lebih baik jika anda mendapatkan software yang ngadat-ngadat terus, buang saja atau instal ulang lagi softwarenya. Atau tekan ctrl + alt + del >> klik End task pada program yang “Not Responding”.

• Hardware mengalami konflik (adanya penambahan hardware baru)
Penambahan hardware baru ada kalanya menyebabkan konflik, hal ini dikarenakan hardware yang baru tidak mensuport kapabilitas PC anda. Lebih baik survey/cari tahu dulu, jangan asal beli langsung pakai, catat spesifikasi komputer anda dan tanyakan ke penjual harware apakah hardware yang akan anda beli sudah mendukung komponen-komponen yang ada didalam PC anda.

• Konflik antar hardware sering terjadi pada sistem operasi windows
Ini jarang terjadi, umumnya hanya terjadi pada hardware2 jaman dulu kala, toh kalaupun terjadi hal ini bisa disebabkan oleh windows belum membaca hardware yang anda pasang. Pastikan hardware anda telah memiliki kaset driver yang siap untuk di install. Atau bisa juga masalah ini terjadi akibat anda menggunakan tambahan-tamabahan hardware yang sifatnya doubling, misalnya 2 hardsik, 2 RAM, 2 VGA, 2 CD/DVD ROM, atau apapaun, coba saja cabut salah satunya yang baru saja anda pasang tadi, namun terlebih dahulu matikan komputernya, cabut colokannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan , seperti hubungan arus pendek bin konslet. hidupkan, jika komputer berjalan normal setelah dicabut, maka komponen baru anda yang bermasalah, jika masih, coba cek lagi dengan cabut yang lama pasang yang baru.


B. Pembacaan Data Menjadi Lambat


Penyebab :
• Memory tidak cukup.
• Harddisk penuh atau ada virus, atau rusak

Solusi :
• Tambah Memory RAMnya. lihat lagi pembahasan point A diatas.
• Kurangi isi harddisk, scan harddisk, atau ganti dengan harddisk yang kapasitasnya besar. Salah satu tanda-tanda berkurang nya kinerja hardisk adalah dengan adanya bunyi kretek-kretek beraturan yang lebih keras dari biasanya ketika baru.

C. CMOS failure
Penyebab :
• Baterai habis
• Seting BIOS berubah

Solusi :
• Ganti baterai CMOS
• Seting kembali BIOS, ubah saja ke "default"

D. Tidak Bisa Booting
Penyebab :
• Cache memory rusak
• Memori tidak cocok.
• Boot sector pada harddisk rusak
• Ada bad sector pada trek awal harddisk

Solusi :
• Disable eksternal cache memory di BIOS
• Ganti Memory
• Masukkan operating system baru
• Partisi harddisk
E. Suara Beep Panjang Berkali-Kali
Penyebab :
• Memory rusak
• Memori tidak cocok
• Memori tidak masuk slot dengan sempurna
Solusi :

• Periksa kedudukan memori
• Ganti memory
• Periksa kembali kedudukan memori

F. Suara bip bagus tetapi tidak ada tampilan atau bip dua kali

Penyebab
• VGA card rusak
• Slot VGA tidak terpasang sempurna
Solusi :
• Ganti VGA card
• Periksa kedudukan VGA

G. I/O disk error
Penyebab :
• Sistem di harddisk rusak
Solusi :
• Perbaiki harddisk

H. Floppy Disk Failure
Penyebab :
• I/O rusak
• Floppy rusak
• Kabel floppy putus
• Tegangan power suplai tidak cukup

Solusi :
• Ganti I/O
• Periksa floppy
• Periksa kabel floppy
• Periksa tegangan power suplai ke floppy

I. Motherboard mereset sendiri atau booting terus
Penyebab :
• Power suplai tidak normal
• Motherboard kotor (berdebu)
Solusi :
• Ganti power suplai (dengan daya yang lebih besar)
• Bersihkan
KENALI TERLEBIH DAHULU BUNYI BEEP
Beep 1 kali saja Tanda bahwa kondisi komputer baik
Beep 1 kali, panjang Terdapat problem di memory
Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek Kerusakan di VGA card
Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek Kerusakan di DRAM parity
Beep terus menerus Kerusakan dimodul memory atau memory video

• Cek dengan menggunakan software dianosa seperti sisoft sandra, PC mark04, PC mark05 dll. Cari aja di google dengan kata kunci " Download sisoft sandra, PC mark "

J. Kapasitas harddisk tidak normal

Penyebab :
• Setting jumper I/O tidak benar

Solusi :
• Periksa setting jumper I/O harddisk

K. On board tidak jalan

Penyebab :
• On board rusak
• Setting on board tidak benar
Solusi :
• Ganti dengan card
• Periksa setting on board


L. Tampilan di layer ada huruf yang berkedip-kedip atau muncul garis
Penyebab :
• VGA card rusak
• Monitor rusak
Solusi :
• Ganti VGA card
• ganti monitor yang baru / service ke tukang service.

M. Mouse tidak berfungsi
Penyebab :
• Mouse rusak
• On board mouse rusak
• Setting mouse tidak benar
• Driver mouse tidak cocok
• Mouse tidak terdeteksi
• Kabel mouse tidak sesuai
Solusi :
• Ganti mouse
• Ganti dengan jenis card
• Periksa kembali setting mouse
• Periksa driver mouse
• Set up ulang mouse
• Cocokkan kabel mouse untuk on board

M. Keyboard Tidak Dikenali Oleh Komputer
Solusi :
  • cek apakah keyboard anda sudah terpasang dengan benar
  • jika sudah tapi masih juga keyboard tidak terdeteksi maka kemungkinan keyboard anda bermasalah.
  • coba ganti keyboard anda, jika sudah diganti tapi juga masih bermasalah maka kemungkinan besar yang rusak adalah di bagian port keyboard di MB anda.
  • Jika memang Sudah di Ganti Keyboard Baru tapi tetap tidak terdeteksi Juga Coba Ganti dengan Keyboard USB dan apabila tidak terdeteksi Juga berarti ada yang salah Pada sitem Windows Sobat

N. Motherboard blank (tidak ada reaksi sama sekali)
Penyebab :
• Bios rusak
• Prosesor terbakar
• Regulator jebol
• Chipset rusak
• IC reset rusak
• IC clock rusak
• Setting jumpers over clock
• Memori rusak
• Power Suply mati
• Soket PC longgar

Solusi :
• Upgrade BIOS dengan tipe yang sama
• Ganti prosesor
• Ganti IC regulator
• Ganti IC chipset
• Ganti IC reset
• Ganti IC clock prosessor
• Setting kembali clocknya
• Ganti memori
• Periksa PS
• Periksa slot/ soket PC
• Cek koneksi kabel (dari power outletnya ke tombol power pada PC)
• Cek apakah stabilizer berfungsi atau tdak (jika memakai stabilizer)
• Cek kabel power pada CPU
• Jika masih juga tidak mau hidup permasalahanya mungkin terletak pada power supply atau Motherboard

Komputer Mau Booting Tetapi Selalu “Safe Mode “ (untuk masuk ke safe mode tekan F8)

Solusi :
• restart kembali komputer anda
• jika masih trouble intall ulang windows anda.
• jika masih safe mode juga, berarti HD anda bermasalah cek dengan : scan disk

Memahami Konsep Luas Bangun Datar untuk Anak Sekolah Dasar

June 30, 2011 Add Comment

Nah, kita ini kan guru, guru harus cerdas duluan sebelum mencerdaskan anak buahnya, Yuk, kita belajar bersama-sama tentang materi materi ajar kita. Pertamax , kita aka pelajari tentang luas Bangun Datar, sebelum kita mengarak ke hitung-menghitung Luas Bangun Darat, kita harus kenalkan dulu konsep pengenalannya. Sungguh ironis sekali jika kita menyuguhkan semua rumus yang dikemas kedalam tabel, kemudian memerintahkan kepada mereka untuk , menghapal semua rumus dalam satu waktu. Jika demikaian mereka bukan akan menjadi sesorang yang "memahami" namun lebih tepatnya adalah sebagai "mesin penghapal"


Menurut teori yang di kemukakan oleh Bruner, Tidak hanya tingkat kedalaman konsep yang diberikan pada siswa tetapi harus disesuaikan dengan tingkat kemampuannya, cara penyampaian materi pun demikian pula. Guru harus mengetahui tingkat perkembangan mental siswa dan bagaimana pengajaran yang harus dilakukan sesuai dengan tahap-tahap.

Sebelum membahas mengenai kegiatan yang kita lakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa, ada baiknya kita tau bagaimana sih penerapan yang dikemukakan oleh Bruner dalam pembelajaran matematika usia Sekolah Dasar ? Berikut ini penjelasannya :

Aplikasi Teori Bruner Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Penerapan teori belajar Bruner dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan:
1. Sajikan contoh dan bukan contoh dari konsep-konsep yang anda ajarkan.
Misal : untuk contoh mau mengajarkan bentuk bangun datar segiempat, sedangkan bukan contoh adalah berikan bangun datar segitiga, segi lima atau lingkaran.
2. Bantu si belajar untuk melihat adanya hubungan antara konsep-konsep.
Misalnya berikan pertanyaan kepada sibelajar seperti berikut ini ” apakah nama bentuk ubin yang sering digunakan untuk menutupi lantai rumah? Berapa cm ukuran ubin-ubin yang dapat digunakan?
3. Berikan satu pertanyaan dan biarkan biarkan siswa untuk mencari jawabannya sendiri. Misalnya Jelaskan ciri-ciri/ sifat-sifat dari bangun Ubin tersebut?


Sebagai pengantar dalam memahami konsep luas, dapat dimulai dengan kegiatan berikut.
a. Menutup benda yang memiliki permukaan datar (misalnya meja) dengan berbagai bangun datar yang lebih kecil sebagai satuan luas, Misalnya lihat gambar dibawah ini :


Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku.
Setelah itu lanjutkan dengan benda yang memiliki permukaan datar lainnya, misalnya papan tulis dan sebagainya.

Catatan:
Meskipun hasil ini belum menunjukkan luas secara tepat tetapi cukup untuk mengantarkan siswa menuju pengertian luas yang sebenarnya.

b. Menggambar bangun datar kemudian ditutup dengan gambar bangun datar yang lain yang lebih kecil sebagai satuan luas, misal seperti pada Gambar berikut.


Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku.
Setelah itu lanjutkan dengan bangun datar lainnya, misalnya jajargenjang, segitiga dan sebagainya.

c. Setelah itu buatlah tabel seperti di bawah ini untuk mempermudah pemahaman mengenai pemahaman mengenai luas.


Dari Tabel 2.1 di atas, maka akan terlihat bahwa ’persegi’ merupakan satuan yang paling mudah dibayangkan dan menutup secara rapat.

Dalam pembicaraan selanjutnya, kita tidak mesti mencantumkan satuan luas yang sudah baku seperti cm^2, m^2 dan sebagainya, tetapi satu persegi satuan secara umum.
Dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat menyimpulkan bahwa luas bangun datar adalah banyaknya satuan luas yang dapat digunakan untuk menutup (secara rapat) daerah tersebut.

Demikian untuk persegi, untuk posting selanjunya kita akan membahas konsep bangun datar lain. Sampai Jumpa lagi... ^_^

Semoga Bermanfaat..

ADMIN #1


Resource: )* Dari berbagai sumber.







Manfaat dan Pengertian Tentang Bahan ajar

December 24, 2010 Add Comment
Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Bahan ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan. Buku ini disusun dengan harapan bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pengembangan bahan ajar, seperti kepala sekolah, guru, pengawas sekolah menengah atas maupun pembina pendidikan lainnya. Bagi kepala sekolah buku ini dapat dijadikan bahan pembinaan bagi guru yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan bahan ajar.

Kepala sekolah dalam kegiatannya sehari-hari juga memerlukan bahan ajar sebagai alat bantu dalam melakukan promosi ataupun presentasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan sekolah.

Bagi guru buku ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai rujukan dalam mengembangkan bahan ajar. Dengan mempelajari buku ini diharapkan para guru di sekolah akan mendapatkan informasi tentang pengembangan bahan ajar yang pada gilirannya para guru dapat mengembangkan bahan ajar untuk membantu dirinya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Di samping itu diharapkan guru juga akan termotivasi untuk mengembangkan bahan ajar yang beragam dan menarik sehingga akan menghasilkan satu kegiatan belajar mengajar yang bermakna baik bagi guru maupun bagi peserta didiknya. Pengembangan bahan ajar adalah merupakan tanggung jawab guru sebagai pengajar bagi peserta didik di sekolah.

Bagi pengawas sekolah menengah atas atau para pembina pendidikan lainnya keberadaan buku pedoman ini pasti bermanfaat. Karena setiap pengawas harus mengetahui berbagai hal yang dilakukan oleh guru, sehingga jika terdapat kesulitan yang dialami oleh guru, pengawas dapat segera membantunya. Dengan membaca buku pedoman ini pengawas akan mendapatkan pemahaman dan masukan-masukan tentang bahan ajar yang dapat dikembangkan oleh guru dalam meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian maka pengawas akan mendapatkan bekal dalam melaksanakan tugas kepengawasan yaitu membina guru dalam mengembangkan bahan ajar.

Guna menghasilkan tamatan yang mempunyai kemampuan sesuai standard kompetensi lulusan, diperlukan pengembangan pembelajaran untuk setiap kompetensi secara sistematis, terpadu, dan tuntas (mastery learning).

Pada pendidikan menengah umum, di samping buku-buku teks, juga dikenalkan adanya lembar-lembar pembelajaran (instructional sheet) dengan nama yang bermacam-macam, antara lain: lembar tugas (job sheet), lembar kerja (work sheet), lembar informasi (information sheet) dan bahan ajar lainnya baik cetak maupun non-cetak. Semua bahan yang digunakan untuk mendukung proses belajar itu disebut sebagai bahan ajar (teaching material).

Untuk pembelajaran yang bertujuan mencapai kompetensi sesuai profil kemampuan tamatan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diperlukan kemampuan guru untuk dapat mengembangkan yang tepat. Dengan pendekatan belajar tuntas (mastery learning) diharapkan siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi secara utuh, sesuai dengan kecepatan belajarnya. Untuk itu bahan ajar hendaknya disusun agar siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran mencapai kompetensi.

Terdapat dua istilah yang sering digunakan untuk maksud yang sama namun sebenarnya memiliki pengertian yang sedikit berbeda, yakni sumber belajar dan bahan ajar. Untuk itu, maka berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang pengertian sumber belajar dan bahan ajar.

1. Pengertian Sumber Belajar

Sering kita dengar istilah sumber belajar (learning resource), orang juga banyak yang telah memanfaatkan sumber belajar, namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar.

Sumber belajar dalam website bced didefinisikan sebagai berikut:

Learning resources are defined as information, represented and stored in a variety of media and formats, that assists student learning as defined by provincial or local curricula. This includes but is not limited to, materials in print, video, and software formats, as well as combinations of these formats intended for use by teachers and students.
http://www.bced.gov.bc.ca/irp/appskill/ asleares.htm January 28, 1999.


Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.

Sadiman mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004)

Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.

Dengan demikian maka sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.

Dari pengertian tersebut maka sumber belajar dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
b. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya.
c. Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
d. Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar.
e. Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
f. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar.


Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa.
2. Pengertian Bahan Ajar

Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Bahan ajar atau teaching-material, terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau bahan.

Menurut University of Wollongong NSW 2522, AUSTRALIA pada website-nya, WebPage last updated: August 1998, Teaching is defined as the process of creating and sustaining an effective environment for learning.

Melaksanakan pembelajaran diartikan sebagai proses menciptakan dan mempertahankan suatu lingkungan belajar yang efektif.

Paul S. Ache lebih lanjut mengemukakan tentang material yaitu:
Books can be used as reference material, or they can be used as paper weights, but they cannot teach.

Buku dapat digunakan sebagai bahan rujukan, atau dapat digunakan sebagai bahan tertulis yang berbobot.

Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa, bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.

Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai:
a. Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
b. Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya.
c. Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
Pendapat lain mengatakan sebagai berikut;

Definition of teaching material
They are the information, equipment and text for instructors that are required for planning and review upon training implementation. Text and training equipment are included in the teaching material.( Anonim dalam Web-site)

Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktor untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).

Pengelompokan bahan ajar menurut Faculté de Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève dalam website adalah sebagai berikut :

Integrated media-written, audiovisual, electronic, and interactive-appears in all their programs under the name of Medienverbund or Mediamix (Feren Universitaet and Open University respectively).
http://tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfapeople/peraya.html>http:// tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfa-people/ peraya.html, Faculté de Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève.

Media tulis, audio visual, elektronik, dan interaktif terintegrasi yang kemudian disebut sebagai medienverbund (bahasa jerman yang berarti media terintegrasi) atau mediamix.

Sedangkan Bernd Weidenmann, 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien mengelompokkan menjadi tiga besar, pertama auditiv yang menyangkut radio (Rundfunk), kaset (Tonkassette), piringan hitam (Schallplatte). Kedua yaitu visual (visuell) yang menyangkut Flipchart, gambar (Wandbild), film bisu (Stummfilm), video bisu (Stummvideo), program komputer (Computer-Lernprogramm), bahan tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext, mit und ohne Abbildung). Ketiga yaitu audio visual (audiovisuell) yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild), pertunjukan suara dan gambar (Tonbildschau),dan film/video.

Dari berbagai pendapat di atas dapat disarikan bahwa bahan ajar adalah merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.


Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain :
a. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
b. Kompetensi yang akan dicapai
c. Content atau isi materi pembelajaran
d. Informasi pendukung
e. Latihan-latihan
f. Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
g. Evaluasi
h. Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi